Metaranews.co, Kabupaten Jombang – Rencana Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 1.000 karyawan di pabrik plywood PT Sumber Graha Sejahtera (SGS), Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, menuai penolakan dari kalangan buruh.
Kebijakan yang disebut sebagai langkah efisiensi perusahaan itu dinilai berpotensi menambah angka pengangguran di tengah kondisi ekonomi yang masih belum stabil.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, PHK akan menyasar hampir setengah dari total tenaga kerja PT SGS yang saat ini mencapai sekitar 2.100 orang.
Selain mengurangi jumlah pekerja, perusahaan juga berencana memangkas sistem kerja dari tiga shift menjadi dua shift.
Ketua Serikat Buruh Plywood Jombang (SBPJ), Hadi Purnomo, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima informasi terkait rencana PHK tersebut dari HRD perusahaan.
Namun, hingga kini serikat pekerja belum menerima surat resmi mengenai kebijakan tersebut.
Menurut Hadi, SBPJ menolak rencana PHK yang dilakukan secara sepihak karena dinilai tidak sesuai dengan prosedur ketenagakerjaan yang berlaku.
“Batas waktu PHK yang dipatok perusahaan hingga 30 Juni 2026. Ini tidak prosedural. Kami menolak PHK sepihak ini,” tegas Hadi, Kamis (12/6/2026).
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Jombang, Isawan Nanang Risdiyanto, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima surat pemberitahuan rencana PHK dari PT SGS pada Senin (8/6/2026).
“Kami sudah menerima surat pemberitahuan dari PT SGS,” ujarnya.
Isawan menjelaskan, tim deteksi dini Disnaker selama ini rutin melakukan supervisi setiap bulan untuk memantau kondisi hubungan industrial di perusahaan-perusahaan yang ada di Jombang.
Namun hingga awal Juni lalu, belum ada informasi mengenai rencana pengurangan tenaga kerja dalam jumlah besar.
“Sehari setelah supervisi terakhir, pihak HRD menyampaikan adanya rencana PHK. Kemudian pada 8 Juni kami menerima surat resmi dari perusahaan,” katanya.
Menurutnya, PHK akan diprioritaskan pada tenaga produksi, sedangkan tenaga penunjang tidak menjadi sasaran utama. Selain itu, perusahaan juga berencana mengurangi jumlah shift kerja dari tiga menjadi dua.
Untuk mengetahui kondisi perusahaan secara lebih rinci, Disnaker Jombang berencana memanggil manajemen PT SGS.
“Kami akan memanggil manajemen PT SGS agar mengetahui secara jelas kondisi perusahaan dan rencana ke depan. Dari pemerintah tentu berharap PHK itu tidak terjadi,” tuturnya.
Disnaker berharap pertemuan tersebut dapat menghasilkan solusi yang mengakomodasi kepentingan pekerja dan perusahaan, sehingga keberlangsungan usaha tetap terjaga tanpa harus melakukan PHK dalam jumlah besar.
Hingga berita ini ditulis, pihak manajemen PT SGS belum memberikan keterangan resmi terkait rencana PHK massal tersebut.
Saat dikonfirmasi, petugas keamanan perusahaan menyebut jajaran manajemen sedang menggelar rapat dengan kantor pusat di Jakarta.
“Saat ini manajemen sedang rapat dengan pihak di Jakarta, sehingga belum bisa menemui wartawan,” ujar Subaji, petugas keamanan PT SGS.






