Kurang dari 24 Jam, Polisi Ringkus 2 Terduga Pelaku Ledakan Petasan yang Robohkan Rumah di Kandangan Kediri

Kediri
Caption: Petugas saat melakukan olah TKP ledakan bahan baku petasan di Dusun Plumpungrejo, Desa Karangtengah, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Senin (16/3/2026). Doc: Ubai/Metaranews.co

Metaranews.com, Kabupaten Kediri – Polisi bergerak cepat mengungkap kasus ledakan yang merobohkan rumah warga di Dusun Plumpungrejo, Desa Karangtengah, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Dua terduga pelaku berhasil diamankan kurang dari 24 jam setelah kejadian.

Bacaan Lainnya

Kasatreskrim Polres Kediri, AKP Joshua Peter Krisnawan, mengatakan kedua terduga ditangkap di wilayah Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, pada Senin (16/3/2026) malam.

“Keduanya diamkan pada Senin malam, kurang dari 1×24 jam setelah peristiwa ledakan tersebut mengagetkan warga,” jelas Joshua, Selasa (17/3/2026).

Ia mengungkapkan, saat penangkapan berlangsung, kedua terduga pelaku tengah berada di sebuah warung.

“Saat diamankan yang bersangkutan sedang nongkrong di salah satu angkringan di Kecamatan Ponggol. Kemudian kita temukan di sana dia bersama salah satu terduga pelaku lainnya, sehingga kita amankan yang bersangkutan dan kita bawa ke Polres Kediri,” tambahnya.

Saat ini, keduanya masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik. Polisi juga berencana melakukan prarekonstruksi untuk memperjelas rangkaian peristiwa.

“Setelah dilakukan pemeriksaan kami akan melakukan semacam prarekonstruksi untuk membuat kasus ini dapat terdemonstrasi dengan baik,” tuturnya.

Diketahui, ledakan terjadi pada Minggu (15/3/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Peristiwa tersebut diduga berasal dari bahan baku petasan. Sejumlah saksi mengaku mendengar dua kali ledakan dengan jeda waktu cukup lama.

Ledakan pertama terjadi di bagian belakang rumah, kemudian sekitar 20 menit berselang, ledakan kedua terjadi di bagian teras depan. Pemilik rumah, M Yasin Nawawi, langsung menyelamatkan diri saat kejadian berlangsung.

Akibat insiden tersebut, rumah korban mengalami kerusakan di sejumlah bagian dengan kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp2 juta.

“Untuk saat ini kami pastikan bahwa tidak ada korban dalam peristiwa tersebut, hanya berupa kerugian material,” kata Joshua.

Usai kejadian, petugas kepolisian langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memasang garis polisi di sekitar lokasi. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya ledakan susulan.

Selain itu, sejumlah personel juga disiagakan di lokasi guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

Pos terkait