Metaranews.co, Kediri — Kematian balita berinisial NZ (3 tahun) asal Kelurahan Ngronggo, Kecamatan Kota Kediri terus di dalami polisi.
Hasil pemeriksaan forensik mengungkap korban meninggal akibat pendarahan di organ dalam.
Dokter forensik RS Bhayangkara Kediri, Aditya Ganu Arda, mengatakan hasil otopsi menunjukkan terdapat luka lecet dan memar di beberapa bagian tubuh korban.
“Kami menemukan luka lecet dan memar di wajah, kepala, dan telinga. Selain itu, terdapat luka memar di dada, perut, punggung, dan pinggang,” ujar Aditya dalam keterangannya.
Tak hanya itu, hasil pemeriksaan dalam menunjukkan adanya pendarahan hebat di rongga perut korban. Kondisi tersebut diduga akibat kekerasan pada organ dalam, khususnya ginjal.
“Di rongga perut ditemukan adanya darah, yang seharusnya tidak ada. Ini menunjukkan terjadi pendarahan akibat kekerasan pada organ dalam, terutama ginjal, kemungkinan dipicu benturan keras di bagian pinggang,” jelasnya.
Aditya menegaskan, penyebab kematian korban adalah pendarahan hebat akibat luka dalam tersebut.
Sementara itu, pihak kepolisian dari Polres Kediri Kota telah menetapkan seorang nenek korban berinisial S (64) sebagai tersangka. Penetapan ini dilakukan setelah penyidik Satreskrim mengantongi bukti awal yang cukup terkait dugaan penganiayaan.
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap motif serta kronologi lengkap kejadian tersebut.






