60 Persen PPK dan PPS di Kota Kediri Pendatang Baru, Kurang Pengalaman?

Kota Kediri
Caption: Simulasi pemungutan dan perhitungan suara di TPS dalam Bimtek di Hall Golden Swalayan Kediri, Selasa (19/12/2023). Doc: Anis/Metaranewsco

Metaranews.co, Kota Kediri – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada seluruh badan adhoc PPK dan PPS di Hall Golden Swalayan, Selasa (19/12/2023).

Pada Bimtek tersebut, turut dilangsungkan simulasi saat pemungutan dan perhitungan suara di TPS.

Bacaan Lainnya

Ketua KPU Kota Kediri, Pusporini Indah Palupi mengatakan, Bimtek ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada petugas badan adhoc dalam regulasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Apalagi, kata Puspo, para petugas badan adhoc yang berjumlah 163 orang, 60 persen di antaranya ialah pendatang baru atau belum pernah bertugas di Pemilu sebelumnya.

“Untuk petugas adhoc yang baru ini sekitar 60 persen. Tadi yang ditekankan karena kita melihat bahwa adhoc di Pemilu sebelumnya belum menjadi penyelenggara. Jadi perlu kita sampaikan secara detail terkait dengan penyelenggaraan Pemilu, khususnya nanti pada saat di TPS,” kata Puspo, Selasa (19/12/2023).

Puspo menjelaskan, di penyelenggaraan Pemilu 2024 nanti ada sejumlah regulasi baru yang akan diterapkan. Mulai dari logistik kotak suara yang di Pemilu sebelumnya menggunakan kunci gembok berbahan aluminium atau besi.

Namun pada Pemilu 2024 mendatang, kotak suara akan menggunakan kabel ties sebagai pengunci.

Selanjutnya, pendistribusian logistik ke TPS sekarang bisa dilakukan pemantauan melalui sistem aplikasi Silon.

Lanjut Puspo, terkait simulasi TPS yang diperagakan oleh petugas adhoc ini seperti pada Pemilu umumnya, sesuai regulasi Pemilihan Umum yang melibatkan tujuh orang KPPS.

Kemudian, petugas ketertiban menjaga jalannya pemungutan dan penghitungan suara sejumlah dua orang.

“Kemudian terkait dengan logistiknya juga kita sediakan sama prosedurnya untuk pemungutan dan penghitungan,” pungkasnya.

Pos terkait