Metaranews.co, Kabupaten Kediri – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri menggelar aksi bersih-bersih sampah dalam rangka World Cleanup Day (WCD) Indonesia 2026 di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG), Jumat (30/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, sampah non-organik, terutama plastik bekas makanan dan minuman, menjadi jenis sampah yang paling banyak ditemukan.
Kepala DLH Kabupaten Kediri, Putut Agung Subekti, mengatakan banyaknya sampah plastik tidak lepas dari aktivitas masyarakat di kawasan SLG, baik pedagang maupun pengunjung. Sampah yang ditemukan di antaranya plastik bekas makanan dan foam ice.
Q“Mayoritas adalah sampah non-organik, plastik-plastik bekasnya, foam ice, plastik bekas makanan. Ya, memang karena SLG tempat berkumpul, berkegiatan masyarakat di sini, baik pedagang maupun pengunjung,” ujarnya.
Menurut Putut, ketersediaan tempat sampah di kawasan SLG sebenarnya sudah lebih dari cukup. Fasilitas tersebut telah tersebar di berbagai penjuru kawasan, baik bagian dalam maupun luar.
DLH juga rutin menerjunkan petugas kebersihan untuk melakukan penyapuan setiap hari mulai pukul 05.00 WIB, kemudian dilanjutkan pada siang dan sore hari.
Meski demikian, kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya dinilai masih rendah. Karena itu, kegiatan bersih-bersih di kawasan SLG terus dilakukan untuk membangun kebiasaan menjaga kebersihan.
“Budaya untuk tidak nyampah itu masih kurang sehingga kenapa kegiatan WCD kali ini tetap kita lakukan lagi di SLG sampai betul-betul nanti masyarakat itu ada budaya untuk lebih bisa menjaga kebersihan,” jelasnya.
Kegiatan tersebut melibatkan enam sekolah perwakilan sekolah Adiwiyata di Kabupaten Kediri, dengan masing-masing mengirimkan 10 siswa. Selain itu, turut berpartisipasi anggota Saka Kalpataru dari Kwarcab dan para pegiat lingkungan lainnya.
Salah satu peserta, Noval Aji Saputra, siswa kelas XI jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) SMK Negeri 1 Ngasem, mengaku senang dapat terlibat dalam kegiatan tersebut. Bersama sembilan anggota tim lainnya, ia mulai mengikuti aksi bersih-bersih sejak pukul 06.30 WIB.
Noval menyebut sampah yang dikumpulkan merupakan sampah non-organik. Dari tim perempuan terkumpul lebih dari 15 kilogram sampah. Setelah digabungkan dengan hasil tim lainnya, jumlahnya mencapai 30 kilogram.
“Alhamdulillah tadi dijadikan satu, dapat 30 kg. Saya senang, sangat-sangat senang sekali karena kegiatan ini dilakukan setahun sekali,” ungkapnya.
Namun, selama mengikuti kegiatan tersebut, Noval mengaku masih banyak menemukan sampah yang dibuang tidak pada tempatnya di kawasan SLG.
Sementara itu, Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa, mengajak masyarakat membiasakan diri mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Salah satunya dengan membawa tas belanja sendiri dan menggunakan tumbler untuk kebutuhan minum sehari-hari.
“Jadi kita berusaha mengurangi penggunaan plastik agar tidak jadi sampah plastik yang ada di Kabupaten Kediri,” tuturnya.
Dewi mengatakan SLG merupakan ikon Kabupaten Kediri yang kebersihan dan keindahannya perlu dijaga. Sebagai salah satu tujuan masyarakat untuk berolahraga maupun mencari nafkah, kondisi kawasan tersebut turut merepresentasikan wajah Kabupaten Kediri. Ia berharap gerakan menjaga kebersihan tidak hanya diterapkan di kawasan SLG, tetapi juga meluas ke lingkungan sekolah, keluarga, desa hingga sungai-sungai di Kabupaten Kediri.
Selain itu, Dewi menyambut baik usulan penyediaan stasiun pengisian air minum di sejumlah titik agar masyarakat dapat mengisi ulang air menggunakan tumbler pribadi.
“Boleh, itu usulan yang bagus, nggih. Nanti kita tindak lanjuti usulannya, Mas,” pungkasnya.






