Cuaca Ekstrem, Produksi Bibit Cupang di Sentra Budidaya Ikan Kediri Anjlok hingga 90 Persen

Cupang Kediri
Caption: Santoso, salah satu petani ikan cupang di sentra budidaya ikan cupang Kelurahan Ketami tengah memasang daun pisang untuk mengurangi sinar matahari yang masuk ke kolam, Jumat (24/11/2023). Doc: Anis/Metaranews.co

Metaranews.co, Kota Kediri – Ratusan petani ikan di sentra budidaya ikan cupang Kelurahan Ketami, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, mengeluhkan turunnya produksi bibit akibat cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini.

Cuaca ekstrem dengan temperature udara mencapai 38 derajat celsius itu berakibat ikan cupang milik para petani produksinya menurun hingga 90 persen, jauh dibandingkan saat kondisi normal.

Bacaan Lainnya

Kondisi tersebut seperti yang dialami Santoso, ketua salah satu kelompok pembudidaya di sentra budidaya ikan cupang Kelurahan Ketami.

“Untuk proses breeding memang sangat berpengaruh, karenanya normalnya temperatur ikan cupang antara 27 hingga 32 derajat celsius. Maksimal 35 derajat celsius, kalau di atasnya itu kecenderungannya ikan tidak mau memijah di proses perkawinan,” jelas Santoso, Jumat (24/11/2023).

Santoso menjelaskan, dalam proses pemijahan ikan cupang sebanyak 400 pasang, dirinya hanya mampu memanen benih ikan cupang dari sekitar 30 pasang.

Adapun dari 30 pasang ikan cupang tersebut menghasilkan sekitar 10 ribu ekor benih.

“Jika dalam kondisi normal, dalam sebulan mampu menghasilkan 50 ribu ekor benih, saat ini hanya bisa menghasilkan 10 ribu benih,” jelasnya.

Ia menduga, penurunan hasil benih itu dikarenakan temperatur udara panas akibat cuaca ekstrem, yang berdampak minimnya minat perkembangbiakan ikan cupang.

Selain itu, sejumlah fakor lain seperti induk ikan cupang belum siap untuk dikawinkan juga membuat proses pemijahan gagal.

Tak hanya mempengaruhi proses pemijahan, Santoso menerangkan bila tingginya temperatur udara juga memperlambat proses pertumbuhan benih ikan cupang.

Jika dalam kondisi normal benih bisa dipanen dalam waktu 15 hari, maka sekarang Santoso terpaksa memanen saat berumur 20 hari. Akibatnya biaya produksi ikan cupang juga bertambah.

Sementara akibat tingginya temperatur udara ini, sejumlah petani di sentra budidaya ikan cupang Kelurahan Ketami memilih memasang paranet dan daun pisang, untuk mengurangi sinar matahari yang masuk ke kolam.

Pos terkait