Metaranews.co, Kota Kediri — Stadion Brawijaya, Kota Kediri, Jawa Timur, siap menjadi saksi bisu pertemuan dua tim BRI Super League 2025-26 yang sama-sama lapar kemenangan.
Sore ini pukul 15.30 WIB, Persik Kediri menjamu Borneo FC Samarinda dalam laga bertajuk matchday #267.
Pelatih kepala Persik Kediri, Marcos Reina Torres, menurunkan skuad terbaiknya untuk menghadapi tamu yang bukan lawan sembarangan.
Di bawah mistar, Leonardo Navacchio dipercaya menjaga gawang Macan Putih, sementara lini belakang dikawal oleh kapten Al Hamra Hehanussa yang bahu-membahu bersama Muhamad Firli di jantung pertahanan.
Sisi kanan dijaga Kadek Rendy Sanjaya Putra, sedangkan M Rezaldi Hehanussa mengamankan sisi kiri.
Di sektor tengah, Imanol Garcia Lugea bertugas sebagai gelandang bertahan yang memutus serangan lawan, dibantu Telmo Ferreira Castanheira sebagai gelandang tengah dan Krisna Bayu Otto Kartika sebagai motor serangan dari posisi gelandang serang.
Sektor sayap dipercayakan kepada Ernesto Gomez Muñoz di kanan dan Adrian Nicolas Luna Retamar di kiri.
Ujung tombak tunggal Persik sore ini adalah Jose Enrique Rodriguez – striker asal Spanyol yang menjadi andalan utama dengan koleksi 10 gol dari 29 penampilan musim ini.
Kehadirannya di depan dipastikan akan menjadi momok tersendiri bagi barisan pertahanan Borneo FC.
Tak kalah garang, Borneo FC Samarinda yang diarsiteki Fabio Araujo Lefundes juga menurunkan komposisi terkuat mereka.
Kapten sekaligus penjaga gawang andalan, Nadeo Arga Winata, memimpin tim dari belakang dengan pengalaman 29 penampilan musim ini.
Barisan pertahanan Borneo terbilang kokoh dengan duet Christophe Nduwarugira dan Komang Teguh Trisnanda di posisi bek tengah, diapit Westherley Garcia Nogueira alias Caxambu di kiri dan talenta muda Muhammad Alfharezzi Buffon di kanan.
Di lini tengah, Rivaldo Enero Pakpahan menjadi penyeimbang, dengan Kei Hirose sebagai gelandang box-to-box dan Juan Felipe Villa Ruiz beroperasi sebagai gelandang serang yang telah menyumbang 11 gol – angka yang sangat produktif untuk seorang pemain non-striker.
Namun, senjata paling mematikan Borneo sore ini tak lain adalah Mariano Ezequiel Peralta Bauer.
Pemain sayap kiri asal Argentina itu tampil luar biasa konsisten sepanjang musim dengan torehan 15 gol dari 29 penampilan, menjadikannya pemain paling subur di antara semua nama yang tercantum dalam daftar pemain hari ini.
Di sisi kanan, Kaio Nunes Ferreira turut diturunkan untuk melengkapi serangan tiga dimensi Borneo, sementara Koldo Obieta Alberdi mengisi posisi penyerang tengah dengan 6 gol di musim ini.
Laga ini akan dipimpin oleh wasit Yudai Yamamoto, dibantu asisten wasit Dadang Nofiadi Setyawan dan Samsul Bahuri.
Persik Kediri memiliki modal penting berupa dukungan penuh suporter kandang di Brawijaya yang selalu mampu menciptakan atmosfer luar biasa. Faktor psikologis ini kerap menjadi pembeda dalam laga-laga ketat Liga Indonesia.
Namun, jika bicara statistik murni, Borneo FC tampil lebih mengesankan musim ini – terutama lewat kontribusi Peralta Bauer yang hampir tak terbendung.
Kunci pertandingan ada pada kemampuan Persik meredam ancaman Peralta dan Villa, sekaligus memaksimalkan ketajaman Jose Enrique di depan.
Sementara Borneo harus waspada terhadap permainan sayap Persik yang sewaktu-waktu bisa merepotkan.
Pertandingan ini diprediksi berjalan ketat, terbuka, dan penuh drama.
Dua tim menyerang yang saling beradu strategi, dengan hasil akhir yang sulit ditebak hingga peluit panjang dibunyikan. Kick-off pukul 15.30 WIB dari Stadion Brawijaya, Kediri.






