Nobar dan Diskusi Film, Cara Komunitas Sitasi Kediri Sampaikan Pesan Inklusi di Hari Kunjung Perpustakaan

Sitasi Kediri
Caption: Nonton film dan diskusi bersama di Sekolah Alam Ramadani, Jalan Supit Urang, Kelurahan Mojoroto, Kota Kediri, Rabu (13/9/2023) malam. Doc: Anis/Metaranews.co

Metaranews.co, Kota Kediri – Dalam rangka menyambut hari kunjung perpustakaan yang jatuh pada 14 September 2023, Komunitas Sitasi menggelar nonton bareng (Nobar) dan diskusi film bersama di Sekolah Alam Ramadani, Jalan Supit Urang, Kelurahan Mojoroto, Kota Kediri, Rabu (13/9/2023) malam.

Dua film yang diputar yakni Menari dalam Sunyi karya Fatiikhin yang menjadi juara dua di festival film yang diadakan Universitas Budi Luhur, Jakarta. Film kedua yakni Pinisi Harapan yang menjadi juara 1 festival Cica Film Kabupaten Kediri.

Bacaan Lainnya

Keduanya merupakan film bertemakan isu inklusi karya asal sineas muda Kediri.

Ketua Komunitas Sitasi, Pramudya Giriaji Sasongko mengatakan, dirinya dan seluruh tim sengaja membawa dua film tersebut untuk diputar lantaran isu inklusi di Kediri masih kurang mendapat perhatian dari pemangku kebijakan.

“Beberapa hasil riset kami hingga hari ini belum ada kesetaraan, bahkan sampai di ranah sekolah saja mereka kesusahan,” jelas laki-laki yang disapa Pram tersebut, Rabu (13/9/2023).

Pram menyebut dalam Nobar dan diskusi ini ada empat pemantik, yakni Ketua PDKK Umi Salamah, Ketua AJI Kediri Danu Sukendro, Sineas Kholisul Fatikhin, dan perwakilan Raganyala.

“Keempatnya adalah pemantik yang punya kridibilitas di bidang film dan pandangan inklusi,” katanya.

Sementara, Ketua PDKK, Umi Salamah, mengaku sangat senang dengan kegiatan yang diadakan Sitasi.

“Kami dari PDKK sangat antusias karena ada yang mau mendiskusikan pembahasan terkait kesadaran inklusi, sebab hari ini itu yang kami butuhkan,” jelasnya.

Umi beeharap ke depan kegiatan serupa dapat dilakukan kembali, agar banyak yang teredukasi tentang pembahasan inklusi ini.

Pos terkait