Kisah Abah Jajang Tolak Rumahnya Dibeli Rp 2,5 Miliar, View Rumahnya Bikin Geleng-geleng

Kisah viral Abah Jajang
Abah Jajang saat di wawancarai oleh salah seorang Youtuber. (Tangkapan layar akun YouTube Artventure)

Metaranews.co, Hiburan – Kisah viral Abah Jajang yang menolak rumahnya ditawar Rp 2,5 Miliar jadi perbincangan dan viral di media sosial.

Mengapa bisa Abah Jajang menolak rumahnya dibeli dengan harga fantastis tersebut?

Bacaan Lainnya

Untuk diketahui, rumah pria yang biasa disapa Abah itu, sebenarnya biasa. Namun, yang membuat semuanya mahal yakni view di sekitar rumah tersebut.

Rumah dengan view air terjun ini mendapat berbagai komentar dari netizen dan sukses trending di Twitter, TikTok, dan juga menarik perhatian pengguna Instagram.

Tak hanya itu, rumah dengan view air terjun milik warga Bogor ini juga dikelilingi tanaman asri dan hijau.

Melansir dari akun TikTok @pelosokdesaku, rumah dengan view air terjun ini terletak di Citambur, Cianjur Selatan, Jawa Barat.

Lokasi rumah dengan view air terjun langsung menghadap air terjun citambur.

Setelah viral di media sosial, YouTuber Hardi ArtVenture mendatangi pemilik rumah dengan pemandangan air terjun yang akrab disapa Abah Jajang itu.

Abah Jajang, selalu pemilik rumah mengaku pekarangannya sering dijadikan tempat wisata, bahkan oleh bule sekalipun.

Tak hanya itu, tampaknya orang lain iri, ternyata rumah Abah Jajang justru ditawari orang lain untuk membelinya dengan harga Rp 2 miliar.

“Tadi bapak bilang rumah, pekarangan, dan jual view itu artinya kamu jual view. Apa ditawar dengan harga 2 milyar lebih?”  Tanya Youtuber, melansir akun YouTube Hardi Artventure, Sabtu (1/4/2023).

“Ya ya betul, ditolak. Kalau dijual akan mengurangi keluarga, kalau tidak dijual akan menambah keluarga,” terang Abah, pemilik rumah dengan view air terjun.  di Bogor.

Youtuber itu juga ikut menjelaskan maksud Abah agar rumah dengan view air terjun bisa menarik banyak orang untuk berkunjung.

Abah berpendapat, semakin banyak orang yang berkunjung untuk bersilaturahmi dan melihat-lihat tempat wisata, maka jumlah saudara bisa bertambah.

Sementara Abah Jajang juga mengatakan bahwa pekarangannya juga sering digunakan untuk berkemah dan Abah menjelaskan bahwa rumahnya tidak akan dijual karena tidak ternilai harganya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *