Dapat Kartu Anggota NU, Presiden Prabowo Tepai Janji Tutup Muktamar ke-35 NU

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto saat berpidato pada penutupan Muktamar ke-35 NU Tambakberas, Jombang./Karimatul Maslahah/

metaranews.co, Kabupaten Jombang — Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan kedatangannya ke Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, untuk menutup Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), merupakan bentuk komitmennya menepati janji.

Di hadapan peserta Muktamar ke-35 NU, Prabowo mengatakan sebelumnya telah mendapat telepon dari Gus Yahya mengenai kartu keanggotaannya sebagai warga NU. Hal itu menjadi salah satu alasan dirinya hadir langsung dalam penutupan muktamar.

“Saya terkesan karena memenuhi janji saya. Saya dapat telepon dari Gus Yahya bahwa kartu anggota sudah ada, makanya saya datang karena janji harus dipegang,” ujar Prabowo.

Ia menyebut kehadirannya dalam forum tertinggi NU tersebut sebagai sebuah kehormatan.

“Terima kasih, ini kehormatan besar bagi saya,” lanjutnya.

Prabowo kemudian menyampaikan bahwa dirinya telah diterima sebagai anggota Nahdlatul Ulama. Ia berharap NU bersama seluruh rakyat Indonesia dapat memperkuat semangat gotong royong dalam berbagai bidang.

“Hari ini saya katakan saya diterima sebagai anggota Nahdlatul Ulama. Berarti Nahdlatul Ulama bersama seluruh rakyat Indonesia secara gotong royong semuanya di semua bidang,” katanya.

*Dorong Kesejahteraan Rakyat*

Dalam pidatonya, Prabowo menekankan pentingnya pengelolaan kekayaan negara agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh masyarakat.

Menurutnya, sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia, NU memiliki kepentingan besar terhadap peningkatan kesejahteraan warganya.

“Kuncinya adalah kita mengelola kekayaan kita untuk dimanfaatkan seluruh rakyat kita,” ucapnya.

Prabowo mengatakan pemerintah ingin memastikan masyarakat dapat menjalani kehidupan yang layak, mulai dari kebutuhan pangan, tempat tinggal hingga penghasilan.

“Kita ingin rakyat hidup dengan layak dan baik, makan dengan baik, punya rumah layak dan penghasilan yang cukup sehingga tidak perlu pinjam uang kepada rentenir,” ujarnya.

Ia juga menegaskan negara akan hadir memberikan dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk melalui akses pinjaman lunak.

“Jika perlu rakyat dapat pinjaman lunak, tidak perlu ke tengkulak-tengkulak siapapun,” tegas Prabowo.

*Apresiasi Muktamar ke-35 NU*

Selain berbicara mengenai kesejahteraan rakyat, Prabowo memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.

Ia menyampaikan selamat kepada jajaran pimpinan NU yang terpilih serta seluruh pihak yang telah menyukseskan penyelenggaraan muktamar.

“Saya ucapkan selamat kepada pimpinan NU terpilih, dan saya ucapkan selamat atas berjalannya muktamar dengan sukses, guyub, rukun,” kata Prabowo.

Menurutnya, perbedaan dan kompetisi dalam organisasi merupakan hal yang wajar selama berlangsung secara sehat.

“Kita terima perbedaan dan kompetisi yang sehat,” ujarnya.

Prabowo menilai pelaksanaan Muktamar ke-35 NU dapat menjadi contoh bagi organisasi besar lainnya. Dengan jumlah anggota yang mencapai puluhan juta, NU dinilai mampu menggelar muktamar secara damai dan rukun.

“Saya kira NU memberi contoh bagaimana organisasi yang anggotanya puluhan juta tapi bisa melaksanakan muktamar dengan sukses, damai, rukun,” tuturnya.

Ia berharap NU terus memberikan kontribusi bagi Indonesia pada masa mendatang.

“Negara bangsa menunggu darma bakti Nahdlatul Ulama di hari-hari, bulan-bulan yang akan datang,” pungkasnya.

Prabowo kemudian secara resmi menutup Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di PPBU Tambakberas.

“Dengan mengucap alhamdulillahirabbil alamin, pada siang hari ini, Senin 31 Agustus 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini secara resmi menutup Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama,” ucapnya. (***)

Penulis : Karimatul Maslahah
Editor : Imam Mubarok

Pos terkait