Isi Surat yang Diduga Ditulis Mahasiswa Kedokteran Unair Asal Kediri Sebelum Tewas di Dalam Mobilnya

Mahasiswa Kedokteran Unair
Ilustrasi Mahasiswa Kedokteran Unair ditemukan tewas dalam mobilnya (Freepik)

Metaranews.co, News- Kabar ditemukannya mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (Unair) berinisial CA dalam keadaan meninggal di dalam mobilnya di Sidoarjo, Minggu(5/11/2023) sedang ramai diperbincangkan publik. 

Sejumlah barang bukti pun ditemukan oleh aparat kepolisian ketika proses olah tempat kejadian perkara (TKP). Selain telepon genggam, kartu identitas diri, polisi juga menemukan tabung helium beserta selang mengarah ke kantong plastik yang membungkus kepala korban.

Tak hanya itu, di dalam mobil itu juga ditemukan dua lembar kertas berbahasa Inggris, yang diduga ditulis oleh korban sebelum ditemukan tewas.

“Ada handphone, dompet korban, dan tabung helium. Suratnya berbahasa Inggris,” ujar Kanit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Waru Ajun Komisaris Polisi Ahmad Yani dikutip dari suara.com. 

Lebih lanjut disebutkan bahwa surat berbahasa Inggris itu ditujukan kepada orang tua, sahabat, dan orang dekat korban. Namun, Yani enggan mengungkapkan isi surat tersebut lantaran masih diselidiki. 

“Bahasa Inggris pokoknya, masih bingung ini,” ucapnya.

Isi Surat yang Ditulis Mahasiswa Kedokteran Unair Asal Kediri Saat Ditemukan Tewas di Mobilnya

Berikut isi surat, yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia yang diduga Ditulis Mahasiswa Kedokteran Unair Asal Kediri berinisial CA tersebut. 

Untuk Mama Terima kasih selama ini telah melindungiku. Tetapi sekarang perlindunganmu terasa sia-sia. Aku tak pernah membuat keputusanku sendiri dalam hidupku. Sekarang beginilah caraku menunjukkan kebebasanku.

Aku memilih apa yang aku pilih dalam hidup ini. Aku tidak melihat masa depanku sendiri. Aku tahu seberapa besar kamu mencintaiku. Ini bukan salahmu. Aku tidak menyalahkanmu. Maaf aku tidak bisa mencintaimu kembali. Maaf aku tidak bisa melindungimu.

Untuk saudara laki-laki dan perempuanku Aku berharap kalian tidak pernah berakhir seperti aku. Kalian mungkin melihat aku sebagai anak yang pintar. Aku tidak sepintar itu. Aku adalah orang yang bodoh yang tak pernah melihat dunia yang sebenarnya. 

Aku telah buta selama ini dan telah memberi kalian semua harapan palsu. Dunia ini kejam. Ingat itu. Aku mencintai kalian. Tapi aku tidak bisa bertahan sejak aku berhenti berharap. Sudah terlambat sekarang. Jika seluruh dunia mempertanyakan, aku tidak melihat ada harapan. Aku ingin bertahan di sana

Untuk Paman Terima kasih telah membukakan mataku untuk melihat dunia yang kejam ini. Tetapi anak bodoh dan rapuh yang kamu cintai ini tidak bisa menanggung kenyataan ini. Aku memilih pergi. Maaf aku pengecut. Aku tak cerdas aku tak bijaksana. Kamu bilang aku salah. Aku melihat tak ada masa depan dan juga kesuksesan.

Kalian begitu kuat dan berani. Aku berharap bisa seperti kalian. Tapi kalian tahu, aku lemah. Tidak punya motivasi. Aku berharap kalian bahagia selamanya sampai sisa hidup kalian. Aku tahu kalian bisa. Maafkan aku. Aku sayang kalian. 

Bila setiap orang pernah menjumpaiku. Bila aku salah, bunuh saja aku. Untuk dunia. ya, kamu telah menumbuhkan kegagalan, generasi lemah. 

Hidup segan mati tak mau? Aku memilih untuk mati. 

Dari penemuan surat tersebut muncul dugaan bahwa Mahasiswa Kedokteran Unair yang ditemukan tewas itu melakukan bunuh diri. Meski demikian, hingga tulisan ini dibuat masih beum bisa dipastikan terkait dugaan tersebut. 

Sementara itu, dari pihak kepolisian mengatakan bahwa pada tubuh korban tidak ditemukan bekas kekerasan. 

“Intinya tidak ditemukan bekas kekerasan pada tubuh korban. Kalau soal hasil autopsi nanti disampaikan oleh Kompol Tiksnarto Andaru Rahutomo,” ujar Ahmad Yani.

 

penulis: adinda

Pos terkait