Generasi Z Lebih Pilih TikTok Buat Cari Berita, Google Tak Lagi Menarik

Generasi Z
Generasi Z yang sedang bermain TikTok. (Freepik)

Metaranews.co, Technologi – Generasi Z saat ini diharapkan dengan kemudahan mendapatkan informasi. Hanya dengan menggenggam Smartphone, beragam informasi bisa didapatkan.

Perkembangan dunia modern ini begitu cepat, seiring dengan makin majunya teknologi. Khususnya mesin pencarian informasi yang kini juga terdampak dari kencangnya perkembangan tersebut.

Bacaan Lainnya

Google, sepertinya harus menutup wajah mereka ketika Generasi Z yang rata-rata kelahirannya di tahun 1995-2010 lebih memilih aplikasi lain untuk mencari informasi.

Generasi Z
Generasi Z yang sedang bermain TikTok. (Freepik)

Google mengakui sendiri jika platform pencarian saat ini kurang disukai untuk Generasi Z. Melansir riset Morningconsult.com yang terbaru,  menunjukkan bahwa pangsa pasar Gen Z saat ini untuk mencari informasi bukanlah Google.

Sebagian besar Gen Z malah menuju ke platform yang menjadi keharusan di antara kelompoknya yakni TikTok untuk mencari informasi.

Seiring berjalannya waktu, Gen Z mulai mandiri secara finansial, membangun kehadiran yang kuat di platform milik Bytedance akan sangat meningkatkan peluang untuk menghitung konsumen yang lebih muda sebagai pelanggan yang membayar.

Google Penelusuran kurang populer di kalangan Generasi Z. Banyak yang telah dibuat tentang penurunan Google Search sejak seorang eksekutif perusahaan pertama kali menyebutkan TikTok dan Instagram yang sekarang ada di mana-mana melalui statistik Google tahun lalu.

Meskipun sebagian besar dari Gen Z (39%) masih menunjukkan bahwa Google penelusuran adalah tempat mereka mulai mengumpulkan informasi tentang acara berita besar.

Hanya saja, kelompok muda ini juga menunjukkan preferensi yang berbeda untuk mempelajari informasi di TikTok.

Tercatat sampai bulan Februari, sebanyak 14% Gen Z memilih TikTok untuk mencari informasi besar, dibandingkan dengan hanya 1% dari semua generasi lainnya yang mengatakan hal yang sama.

Persentase Gen Z yang sama tingginya (13%) mengatakan bahwa mereka mulai mencari informasi berita besar di YouTube. Tetapi berita di YouTube tidak menyaingi pluralitas Gen Z di TikTok.

Sebanyak 9% orang dewasa mulai mencari informasi acara berita tentang Gen Z, dibandingkan dengan hanya 2% untuk yang terakhir.

Lebih lanjut, TikTok dapat membantu merek berita membuat terobosan dengan Gen Z lebih cepat daripada platform sosial lainnya.

Itu juga menunjukkan mengapa penerbit berita besar seperti The New York Times dan The Wall Street Journal telah meluncurkan akun TikTok dalam enam bulan terakhir.

Sebagian besar penerbit besar sekarang setidaknya hadir di TikTok, meski banyak yang masih belum terlalu aktif.  Merek-merek terkemuka seperti Financial Times dan Axios sebagian besar (dan sebagian besar) masih absen dari platform.

Pada kenyataannya, produk seperti YouTube Shorts dan Instagram Reels belum bisa menyalip konsistensi TikTok di benak Gen Z.

Hal itu juga diperkuat dengan riset internal Google, yang menyebut jika sebanyak 40% Gen Z lebih suka mencari informasi di TikTok ketimbang Google Pencarian.

Informasi yang paling dicari berkaitan dengan perencanaan liburan, produk perawatan kulit, restoran dan tempat nongkrong, serta makanan.

Riset Google mengambil sampel remaja berusia 18-24 tahun.  Akibatnya, setengah dari mereka lebih memilih TikTok dan Instagram daripada Google Search dan Maps.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *