Pria di Kediri Tewas Mendadak Saat Tebang Pohon Mangga, Diduga Gegara Serangan Jantung

Kediri
Caption: Petugas saat mengevakuasi jasad Agus Setiawan. Doc: Polsek Mojoroto

Metaranews.co, Kota Kediri – Seorang pria bernama Agus Setiawan (45), warga Kelurahan Campurejo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, meninggal dunia secara mendadak saat memotong pohon mangga di rumah warga, Sabtu (28/3/2026) siang.

Peristiwa itu terjadi di rumah milik Sudarsono di Jalan Jeng Esti RT 03 RW 03, Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto.

Bacaan Lainnya

Korban diketahui bekerja sejak pagi menggunakan mesin senso, sebelum akhirnya ditemukan tak bernyawa.

Berdasarkan keterangan saksi, korban mulai bekerja sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, korban sempat ditawari beristirahat dan sarapan oleh pemilik rumah, namun menolak dan memilih melanjutkan pekerjaan.

Setelah pohon berhasil ditebang, korban melanjutkan pemotongan dahan. Sekitar pukul 10.00 WIB, saksi kembali menawarkan istirahat, tetapi kembali ditolak. Tak lama berselang, suasana lokasi mendadak hening dan suara mesin senso berhenti.

Merasa curiga, saksi mengecek ke belakang rumah dan mendapati korban tergeletak telentang di dekat pohon mangga, dengan mesin senso di sampingnya. Korban sempat terlihat bernapas, namun tidak merespons saat dipanggil.

Warga yang berada di lokasi berupaya memberikan pertolongan. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan denyut nadi, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke kepolisian. Petugas Polsek Mojoroto bersama tim identifikasi Polres Kediri Kota langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan sejumlah saksi.

Hasil pemeriksaan awal tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Berdasarkan keterangan tenaga medis dari Puskesmas Campurejo, korban diduga meninggal akibat serangan jantung.

Selain itu, pihak keluarga menyebut korban memiliki riwayat diabetes sejak beberapa tahun terakhir. Kelelahan saat bekerja diduga menjadi pemicu kondisi tersebut.

Kapolsek Mojoroto, Kompol Rudi Purwanto, menyampaikan bahwa keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak autopsi terhadap jenazah.

“Keluarga sudah menyatakan ikhlas dan tidak akan menuntut pihak manapun. Mereka juga meminta agar tidak dilakukan autopsi,” ujarnya.

Setelah koordinasi dengan keluarga dan perangkat setempat, jenazah korban dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.

Selama penanganan di lokasi, situasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Polisi memastikan tidak ditemukan unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

Pos terkait