Terpendam Lama, Warga Duwet Kediri Temukan Yoni di Area Persawahan

Kediri
Caption: Pemindahan Yoni di area persawahan warga Dusun Babadan, Desa Duwet, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Jumat (24/4/2026). Doc: Istimewa

Metaranews.co, Kabupaten Kediri – Warga Dusun Babadan, Desa Duwet, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menemukan yoni di area persawahan milik Qomaruddin, warga setempat, Jumat (24/4/2026).

Ketua Lembaga Adat Desa, Candra David Pratama, mengatakan bahwa keberadaan yoni tersebut sebenarnya telah diketahui sejak lama.

Bacaan Lainnya

Namun, benda purbakala tersebut baru disadari memiliki nilai sejarah setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak terkait beberapa waktu lalu.

“Awalnya dikira batu biasa. Setelah kami cek langsung di lokasi, bentuknya mengarah ke yoni, salah satu peninggalan budaya masa lampau. Karena itu, kami berinisiatif untuk mengamankannya,” jelas Candra.

Karena posisi benda purbakala ini berada di tengah lahan pertanian dan mengganggu aktivitas bercocok tanam, warga bersama lembaga adat sepakat memindahkannya usai masa panen selesai.

Proses evakuasi dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan perangkat desa, kepala dusun, serta komunitas pemerhati sejarah setempat.

“Dari hasil pemeriksaan awal, kondisi benda tersebut diketahui sudah tidak utuh. Bagian pancuran air pada yoni dilaporkan telah patah, begitu pula bagian atasnya yang mengalami kerusakan,”terangnya.

“Beberapa bagian yang hilang juga tidak ditemukan di sekitar lokasi penemuan,” lanjutnya.

Saat ini, yoni tersebut disimpan sementara di rumah salah satu warga, Mbah Sumali, yang sebelumnya juga menjadi tempat penyimpanan beberapa temuan serupa di wilayah tersebut.

Candra menyebut penemuan ini bukan yang pertama di Desa Duwet. Sebelumnya, sedikitnya lima artefak lain juga ditemukan di kawasan yang sama.

Temuan-temuan itu dinilai menjadi indikasi adanya potensi situs sejarah yang belum sepenuhnya terungkap.

Melihat potensi tersebut, pihak desa berinisiatif mendorong pembangunan museum mini sebagai sarana edukasi, sekaligus upaya pelestarian sejarah lokal.

Rencana itu pun telah dikoordinasikan dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri.

Pos terkait