Metaranews.co, Kota Kediri – Ribuan santri Ma’had Aly Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo memadati Aula Muktamar Lirboyo, Kota Kediri, Senin (8/6/2026), untuk mengikuti kuliah umum yang menghadirkan Prof Mahfud MD.
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 13.00 WIB tersebut mengangkat tema “Sejarah Intelektual UUD 1945: Pergulatan Gagasan Para Founding Fathers hingga Amandemen Konstitusi”.
Sebanyak 6.351 santri mengikuti forum ilmiah yang membahas perjalanan panjang lahirnya konstitusi Indonesia tersebut.
Dalam paparannya, Mahfud MD menegaskan bahwa UUD 1945 tidak lahir secara instan, melainkan melalui pergulatan intelektual yang panjang dan mendalam.
Menurutnya, proses tersebut tidak semata-mata didorong oleh semangat kemerdekaan, tetapi juga oleh pertukaran gagasan yang intens di antara para pendiri bangsa.
“Perdebatan dan pertukaran gagasan tersebut berlangsung dalam berbagai forum penting, seperti BPUPKI, Panitia Sembilan, dan PPKI, yang menjadi ruang dialog bagi beragam pandangan mengenai dasar negara dan sistem ketatanegaraan Indonesia,” ujar Mahfud MD.
Ia menjelaskan, dasar negara Indonesia merupakan hasil kompromi prismatik yang mampu mengakomodasi berbagai aspirasi dan kepentingan yang berkembang di tengah masyarakat.
Oleh karena itu, Pancasila dan UUD 1945 menjadi konsensus kebangsaan yang lahir dari proses dialog, perdebatan, dan pencarian titik temu para pendiri bangsa.
“Sebagaimana Piagam Madinah menjadi landasan kehidupan bersama bagi masyarakat Madinah yang majemuk, UUD 1945 menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia,” tuturnya.
“Keduanya mencerminkan pentingnya kesepakatan bersama, persatuan, dan kemaslahatan sebagai prinsip utama dalam membangun tata kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” lanjut Mahfud.
Sementara itu, Pimpinan Ma’had Aly Lirboyo, KH Dahlan Ridlwan, menyampaikan bahwa tema kuliah umum tersebut sangat relevan dengan kajian Fikih Kebangsaan, yang menjadi salah satu konsentrasi keilmuan di lembaga yang dipimpinnya.
“Semoga mahasantri dapat menyerap sekaligus mengembangkan wawasan yang diperoleh dari forum ilmiah tersebut, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan peradaban Indonesia yang berlandaskan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin,” ujar KH Dahlan.
Menurutnya, pemahaman terhadap sejarah dan perkembangan konstitusi Indonesia akan membantu generasi muda memahami bagaimana nilai-nilai keadilan, musyawarah, persatuan, serta penghormatan terhadap martabat manusia senantiasa menjadi titik temu antara ajaran Islam dan kehidupan berbangsa serta bernegara.
Kuliah umum ini diikuti 6.351 mahasantri, terdiri atas 6.040 mahasantri Marhalah Ula dan 311 mahasantri Marhalah Tsaniyah.
Tingginya antusiasme peserta menunjukkan besarnya perhatian kalangan pesantren terhadap penguatan wawasan kebangsaan dan konstitusi sebagai bagian integral dari tradisi keilmuan Islam.
“Melalui penyelenggaraan kuliah umum ini, Ma’had Aly Lirboyo menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang-ruang dialog intelektual yang mempertemukan khazanah keilmuan Islam dengan dinamika kebangsaan, dalam rangka melahirkan ulama dan intelektual yang berwawasan luas serta mampu menjawab tantangan zaman,” pungkas KH Dahlan.






