Metaranews.co, Kota Kediri – Pemerintah Kota Kediri mengalokasikan dana pendampingan sebesar Rp 3,6 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk menata kawasan kumuh di Kelurahan Ngronggo, Kecamatan Kota.
Dana ini disiapkan untuk mengawal usulan hibah Rp6,3 miliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui program Pemugaran Permukiman Terpadu dan Terintegrasi (PERMATA).
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan, total anggaran yang direncanakan untuk menyulap permukiman seluas 13,86 hektare tersebut mencapai Rp 9,9 miliar.
Kawasan yang disasar saat ini dihuni oleh 1.413 jiwa atau sekitar 493 kepala keluarga.
”Berdasarkan rencana anggaran, kami mengusulkan dukungan dana dari Pemprov Jatim sebesar Rp 6,3 miliar, sementara Pemkot Kediri menyediakan anggaran pendampingan sebesar Rp 3,6 miliar agar program ini bisa berjalan,” ujar Vinanda usai memimpin Final Expose Readiness Criteria Penanganan Kawasan Kumuh di Balai Kota Kediri, Jumat, 25 September 2026.
Suntikan dana miliaran rupiah tersebut akan difokuskan pada pembenahan infrastruktur dasar secara terpadu. Berdasarkan hasil penilaian pemerintah, kawasan Ngronggo saat ini masuk dalam kategori kumuh ringan dengan skor 17.
Meski tergolong ringan, Vinanda menyebut perbaikan kawasan ini mendesak dilakukan. Anggaran akan diserap untuk sejumlah intervensi fisik, mulai dari peningkatan kelayakan hunian, perbaikan jalan lingkungan, pembangunan drainase, penyediaan air minum, sanitasi, pengelolaan persampahan, hingga penyediaan fasilitas proteksi kebakaran.
Investasi infrastruktur ini dinilai strategis mengingat posisi Kelurahan Ngronggo sebagai sub-pusat pelayanan kota. Wilayah ini menjadi episentrum aktivitas perdagangan, jasa, dan pendidikan yang terus berkembang.
Vinanda berharap, kucuran dana tersebut tidak sekadar menghapus status administratif kumuh di atas kertas.
Penataan harus mampu menghidupkan potensi ekonomi lokal yang ada di Ngronggo, seperti keberadaan UMKM dan kawasan kreatif Ngronggo Sport Art Centre.
”Tujuan kami menghadirkan lingkungan yang lebih layak huni, sehat, aman, dan berkelanjutan. Pembangunan yang baik diukur dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat, seperti berkurangnya genangan banjir dan ruang ekonomi yang terus tumbuh,” tutur wali kota termuda di Kediri ini.
Saat ini, Pemkot Kediri tengah merampungkan tahapan Final Expose Readiness Criteria.
Tahapan ini merupakan evaluasi kelayakan dari sisi perencanaan, teknis, maupun kelembagaan untuk memastikan lokasi Ngronggo siap menerima kucuran dana program PERMATA Jawa Timur.
Evaluasi kesiapan tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKPCK) Provinsi Jawa Timur Firta Riyanti Dewi, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Kediri Endang Kartika, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Syamsul Bahri, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.






