Melihat Struktur Candi di Kompleks Makam Setono Gedong Kediri

Makam Setono Gedong Kediri
Caption: Lokasi struktur Candi Astono Gedong di Kompleks Makam Setono Gedong Kota Kediri. Doc: Anis/Metaranews.co

Metaranews.co, Kota Kediri – Kompleks makam Setono Gedong Kota Kediri menyimpan jejak penyebaran agama Islam mula-mula di Kediri.

Di dalam kompleks pemakaman ini, terdapat pusara tokoh penyebar Islam generasi awal di Kediri, yakni Syekh Wasil atau Mbah Wasil.

Bacaan Lainnya

Nah, siapa sangka, di kompleks pemakaman ini juga terdapat struktur candi, yang kini di atasnya dibangun sebuah pendopo.

Juru kunci makam, Muhammad Yusuf Wibisono, meyakini struktur candi itu sudah ada sejak zaman kerajaan Kadiri masa silam, sebelum masuknya agama Islam di tanah Kediri.

Batu kuno itu bertumpuk dan tersusun rapi bak candi, dipercaya sebagai lokasi penyimpanan abu jenazah dan tempat peribadatan.

“Kalau yang di (bawah) pendopo itu menurut saya bangunan candi, bukan pondasi,” kata Yusuf saat ditemui Metaranews.co, Selasa (4/3/2023).

Menurut Yusuf, setiap kerajaan Hindu maupun Budha pada masa silam pasti meninggalkan sebuah candi di wilayahnya. Demikian juga dengan kerajaan Kadiri.

“Kalau menurut saya namanya setiap kerjaan pasti ada candi, candi batu untuk menyimpan jenazah para raja, sekaligus biasanya beribadah. Seperti berziarah para raja dahulu,” tuturnya.

Untuk diketahui, sosok Mbah Wasil diyakini eksis pada masa pemerintahan Raja Sri Aji Jayabaya, yakni sekitar abad ke-10 masehi.

“Dilihat angka tahunnya kan jauh ya, Mbah Wasil diduga sejak tahun 1100. Sekitar 300 tahunan (sebelum) era Wali Songo,” kata Yusuf.

Yusuf menuturkan, selama ini Mbah Wasil disebut-sebut sebagai guru spiritual Raja Kadiri, Sri Aji Joyoboyo.

“Pada masa itu masuk pemerintahan Sri Aji Joyoboyo. Bahkan diduga mereka ada hubungan emosional. Ada yang mengatakan Mbah Wasil guru spritual Sri Aji Joyoboyo,” beber Yusuf.

Sementara itu, Kasi Sejarah dan Kepurbakalaan Disbudparpora Kota Kediri, Endah Setiyowati, membenarkan bahwa batu kuno di Kompleks Makam Setono Gedong merupakan struktur candi.

“Batu-batu kuno itu struktur candi,” sebut Endah.

Adapun struktur candi itu, kata Endah, yang ditemukan hanya sebatas bagian kaki. Sementara bagian atas candi sudah rusak.

Struktur candi itu pun dahulu dikenal dengan sebutan Candi Astono Gedong. Candi ini dinamakan Candi Astona Gedong karena memang bentuknya yang besar seperti istana.

Endah juga membenarkan bahwa pada zaman dahulu daerah Setono Gedong merupakan kompleks percandian kerajaan yang berfungsi sebagai tempat pemujaan Dewa Wisnu.

Agar struktur candi ini bisa lebih dimanfaatkan di era sekarang, maka di bagian atasnya dibangun sebuah pendopo.

“Itu dulu kaki candi, dan karena atasnya rusak akhirnya dialih fungsikan sebagai pendopo,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *