Metaranews.co, Kabupaten Kediri – Sebanyak 1.211 jemaah haji asal Kabupaten Kediri resmi diberangkatkan menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya dari kawasan Simpang Lima Gumul (SLG), Selasa (19/5/2026).
Suasana haru dan bahagia mewarnai pelepasan ribuan calon tamu Allah tersebut, sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci Makkah.
Pemberangkatan dilakukan secara bertahap dalam beberapa Kelompok Terbang (Kloter), guna memastikan proses mobilisasi berjalan lancar.
Pada hari pertama, sebanyak 1.065 jemaah diberangkatkan melalui tiga kloter utama, yakni Kloter 109 sebanyak 322 jemaah, Kloter 110 sebanyak 311 jemaah, serta Kloter 111 gelombang pertama sebanyak 377 jemaah.
Sementara itu, sebanyak 148 jemaah lainnya dijadwalkan berangkat pada Rabu (20/5/2026). Mereka nantinya bergabung dengan jemaah dari sejumlah daerah lain, seperti Kota Blitar, Kabupaten Nganjuk, dan Kota Surabaya.
Salah satu perhatian dalam pemberangkatan haji tahun ini tertuju pada Mbah Masiah, jemaah tertua asal Kabupaten Kediri yang berusia 104 tahun. Perempuan asal Desa Bulu, Kecamatan Semen, itu tergabung dalam Kloter 112.
Di usia lebih dari satu abad, semangat Mbah Masiah untuk menunaikan ibadah haji menjadi inspirasi bagi jemaah lain yang ikut diberangkatkan tahun ini.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, Kholig Nawawi, memastikan seluruh jemaah yang diberangkatkan telah melalui pemeriksaan kesehatan secara ketat dan dinyatakan layak terbang.
“Kami harapkan semua kondisi jemaah tetap sehat, baik saat berangkat maupun nanti saat pulang kembali ke tanah air. Jemaah haji yang berangkat ini sudah melalui pemeriksaan secara ketat sehingga dinyatakan sangat layak untuk berangkat haji,” ujar Kholig Nawawi.
Ia juga menjelaskan, terdapat sejumlah jemaah yang batal berangkat karena kondisi kesehatan tidak memungkinkan. Namun, sebagian kuota keberangkatan tetap terisi karena dialihkan kepada ahli waris, baik anak, suami, maupun istri.
Sebelum bertolak ke Arab Saudi, seluruh jemaah terlebih dahulu menjalani transit di Asrama Haji Sukolilo Surabaya untuk menjalani skrining kesehatan akhir.
Pemeriksaan tersebut dilakukan guna memastikan seluruh jemaah dalam kondisi fisik prima sebelum menjalani perjalanan panjang menuju Tanah Suci.






