Metaranews.co, Kediri – Inter Kediri mulai menyusun kekuatan untuk menghadapi kompetisi Liga 4. Tak sekadar membangun skuad yang kompetitif, klub asal Kota Kediri ini juga menyiapkan strategi dengan menunjuk Alviat dan Muslim Habibi sebagai duet pelatih.
Kombinasi keduanya diharapkan mampu menghadirkan keseimbangan dalam membangun tim. Alviat bakal berperan dalam memantau pemain dari luar daerah, khususnya untuk memenuhi kebutuhan pemain senior. Sementara itu, Muslim Habibi diproyeksikan menangani pemain lokal Kediri sekaligus menggali potensi talenta muda daerah.
CEO Inter Kediri, Tomi Ari Wibowo, mengatakan keputusan menunjuk kedua pelatih tersebut diambil melalui rapat pengurus. Alviat dinilai memiliki pengalaman panjang di sepak bola nasional serta jaringan pemain yang luas. Adapun Habibi dianggap memahami karakter dan potensi pemain muda di Kediri.
“Kita gandengkan nanti, pemain-pemain Kediri biar dipegang Coach Habibi, sedangkan Alviat akan memantau pemain dari luar daerah terutama dalam memenuhi slot pemain senior,” kata Tomi, Senin (12/10/2026).
Menurut Tomi, komunikasi dengan Alviat telah terjalin selama beberapa bulan terakhir. Meski mendapat tawaran dari sejumlah klub, Alviat akhirnya memutuskan bergabung dengan Inter Kediri untuk menghadapi kompetisi mendatang.
Selain memperkuat jajaran pelatih, Inter Kediri mulai bergerak memburu pemain potensial. Klub membuka seleksi terbuka bagi pemain kelahiran 2004 hingga 2007 yang ingin memperjuangkan tempat di dalam skuad.
Seleksi dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (17/10/2026) pukul 07.00 WIB di Lapangan Ngronggo, Kota Kediri. Kesempatan ini terbuka bagi pemain muda yang memiliki potensi, termasuk mereka yang belum mengetahui peluang bergabung dengan Inter Kediri.
“Kita buka seleksi supaya mereka bisa bergabung, ikut seleksi, dan menunjukkan kemampuannya,” ujar Tomi.
Seleksi terbuka tersebut direncanakan hanya berlangsung satu kali. Setelahnya, proses penjaringan pemain akan berlanjut melalui seleksi tertutup untuk menyaring kandidat yang dinilai sesuai dengan kebutuhan tim.
Di sisi lain, Inter Kediri juga mempertimbangkan perekrutan pemain yang masih aktif bermain, termasuk mereka yang memiliki pengalaman berkompetisi di Liga 1 maupun Liga 2. Pengalaman di level kompetisi yang lebih tinggi diharapkan dapat menambah kualitas dan kematangan skuad.
Tomi menyebut, pihaknya tengah menjajaki sejumlah opsi pemain dari luar Kediri, termasuk pemain yang diproyeksikan mengisi slot senior. Langkah ini menjadi bagian dari upaya meracik komposisi tim yang mampu bersaing sepanjang kompetisi.
Dengan memadukan pengalaman pelatih, potensi pemain lokal, serta tambahan pemain berpengalaman, Inter Kediri mulai membangun fondasi untuk menghadapi Liga 4. Target awal yang dibidik pun jelas, yakni menembus putaran nasional.
Kini, proses seleksi dan pembentukan skuad menjadi tahap penting bagi Inter Kediri untuk mewujudkan ambisi tersebut. Perpaduan strategi di sisi kepelatihan dan ketepatan memilih pemain akan menjadi modal dalam mengarungi persaingan Liga 4.






