Tak Mau Mudik Terganggu, Wakil Ketua Komisi D DPRD Jatim Minta Tambal Jalan Rampung H-7 Lebaran

DPRD Jatim
Caption: Wakil Ketua Komisi D DPRD Jatim, Khusnul Arif. Doc: Metaranews.co

Metaranews.co, Kabupaten Kediri – Wakil Ketua Komisi D DPRD Jatim, Khusnul Arif, meminta Pemprov Jatim serta pemerintah kabupaten/kota mempercepat penyelesaian perbaikan jalan menjelang arus mudik Lebaran 1447 Hijriah.

Ia meminta seluruh pekerjaan perbaikan jalan sudah rampung paling lambat H-7 sebelum Lebaran, agar tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas pemudik.

Bacaan Lainnya

“Ada pekerjaan rutin dan pekerjaan berkala yang saat ini sudah dalam proses, dan sebagian sudah memasuki tahap finishing,” jelas pria yang kerap disapa Mas Pipin tersebut, Senin (9/3/2026).

“Kami mendorong agar H-7 Lebaran sudah tidak ada lagi pekerjaan perbaikan jalan, karena jika masih berlangsung tentu akan mengganggu arus lalu lintas,” lanjutnya.

Mas Pipin menjelaskan, kesiapan infrastruktur jalan menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran arus mudik.

Berdasarkan pemantauan Komisi D DPRD Jawa Timur, progres pengerjaan perbaikan jalan di wilayah Jawa Timur saat ini telah mencapai sekitar 85 persen.

“Untuk kesiapan arus mudik Lebaran, yang pertama tentu kita memantapkan kesiapan jalan,” ujar politikus Partai NasDem tersebut.

Ia juga mendorong Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Timur melakukan langkah antisipatif dan mitigatif, terutama menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.

Menurutnya, berbagai kerusakan jalan seperti lubang maupun permukaan jalan bergelombang harus segera diperbaiki demi keselamatan pengguna jalan.

“Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu seperti sekarang ini, jalan berlubang maupun bergelombang harus segera diperbaiki agar tidak membahayakan pengguna jalan,” katanya.

Mas Pipin juga menyebut Komisi D DPRD Jatim turut menampung dan memfasilitasi berbagai keluhan masyarakat terkait kondisi jalan di sejumlah daerah.

Salah satu titik yang sempat menjadi sorotan adalah wilayah Kota Kediri, yang menurutnya kini telah mulai diperbaiki.

“Beberapa keluhan masyarakat di sejumlah titik sudah kami fasilitasi, termasuk di Kota Kediri. Alhamdulillah dalam beberapa hari terakhir sudah mulai dilakukan perbaikan,” ungkapnya.

Selain perbaikan infrastruktur, ia juga menyoroti kesiapan layanan bagi para pemudik.

Menurutnya, Dinas Pekerjaan Umum Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PU PJJ) Bina Marga Jawa Timur akan menyiapkan posko di setiap Unit Pelaksana Teknis (UPT) untuk mempermudah koordinasi serta penempatan peralatan penanganan jalan.

Di Kota Kediri, posko tersebut berada di dekat Polres Kediri Kota.

Di sisi lain, ia juga meminta Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur dan dinas perhubungan kabupaten/kota memperkuat koordinasi dalam menghadapi arus mudik.

Berbagai fasilitas pendukung seperti titik ram check kendaraan, rest area, hingga layanan kesehatan bagi pemudik, kata dia, perlu dipersiapkan secara maksimal.

Bahkan di sejumlah titik rest area direncanakan tersedia layanan pemeriksaan kesehatan hingga tes urine bagi pengemudi sebagai upaya meningkatkan keselamatan perjalanan.

“Kami meminta agar koordinasi dilakukan secara masif antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan para pemangku kepentingan lainnya, termasuk kepolisian, terutama terkait rekayasa lalu lintas selama arus mudik,” pungkasnya.

Pos terkait