MBG Berujung Petaka! Puluhan Siswa Kediri Keracunan Massal, Ditemukan Bakteri E Coli

Kediri
Caption: Satgas MBG melakukan uji lab di SPPG yang menyebabkan puluhan anak keracunan. Doc: Pemkot Kediri

Metaranews.co, Kota Kediri – Sebanyak 53 siswa SD di Kelurahan Ketami dan Tempurejo, Kecamatan Pesatren, Kota Kediri, Jawa Timur, mengalami keracunan makanan MBG, Rabu (22/4/2026).

Kejadian ini dilaporkan terjadi pada siswa dari SDN Ketami 1, SDN Ketami 2, dan SDN Tempurejo 1.

Bacaan Lainnya

Kepala Bappeda Kota Kediri sekaligus Sekretaris Satgas Percepatan Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Ferry Djatmiko, mengatakan puluhan siswa tersebut mengalami keluhan seperti mual, muntah, pusing, dan demam.

“Dari hasil pemeriksaan, ditemukan adanya bakteri Escherichia coli (E coli) yang mengindikasikan makanan tidak layak konsumsi. Satgas kemudian langsung melakukan observasi ke SPPG Tempurejo,” jelas Ferry, Jumat (24/4/2026).

Ia menegaskan bahwa kondisi siswa saat ini sudah terkendali, tidak ada yang dirawat inap. Kondisi para korban telah membaik, serta puskesmas turut proaktif melakukan pemeriksaan.

Lebih lanjut, Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri bersama Satgas juga berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) guna melakukan evaluasi menyeluruh.

“Kami akan memperketat SOP monitoring dan evaluasi, karena ditemukan indikasi pelanggaran. Namun program ini tetap baik dan akan terus kami kawal bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator SPPG Wilayah Kota Kediri, Armeityansyah Wahyudi Putra, menyebut hasil investigasi menemukan adanya ketidaksesuaian prosedur.

“Ditemukan pelanggaran SOP, terutama pada waktu pengolahan makanan yang tidak sesuai ketentuan,” ungkap Armeityansyah.

Ia menambahkan bahwa uji organoleptik belum dilakukan secara lengkap di setiap tahapan.

Menurutnya, pengujian tersebut seharusnya dilakukan setelah makanan dimasak, sebelum distribusi, dan saat diterima, namun dari hasil investigasi diketahui ada tahapan yang terlewat.

Menyikapi hal tersebut, sebagai tindak lanjut, operasional SPPG Tempurejo dihentikan sementara guna dilakukan evaluasi lebih lanjut.

“SPPG Tempurejo ditutup sementara, dan distribusi dialihkan ke SPPG lain agar layanan tetap berjalan,” tuturnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Kediri Kota, AKP Achmad Elyasarif Martadinata, menyampaikan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan.

“Kami mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak. Saat ini fokus utama adalah memantau kondisi kesehatan para korban,” paparnya.

Ia menambahkan bahwa langkah lanjutan akan diambil apabila ditemukan indikasi pelanggaran hukum.

“Jika ada indikasi pelanggaran, akan kami tindaklanjuti sesuai ketentuan,” tutupnya.

Pos terkait