Kebakaran Hebat Hanguskan MTsN 1 Kota Kediri, 3 Ruangan Dilalap Api

Kediri
Caption: Petugas pemadam kebakaran saat berjibaku memadamkan api yang melalap MTsN 1 Kota Kediri, Jumat (12/6/2026). Doc: Darman/Metaranews.co

‎Metaranews.co, Kota Kediri – Kebakaran hebat melanda MTsN 1 Kota Kediri, yang berlokasi di Jalan Raung No 87, Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur, Jumat (12/6/2026) malam.

Kobaran api menghanguskan Ruang Tata Usaha (TU), Ruang Kepala Madrasah, serta musala lama yang sudah tidak difungsikan.

Bacaan Lainnya

‎‎Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh penjaga sekolah yang melihat api muncul dari Ruang TU menjelang magrib. Temuan itu langsung dilaporkan kepada pihak madrasah dan petugas pemadam kebakaran.

‎Sebanyak tujuh unit mobil pemadam kebakaran dari Kota Kediri, Kabupaten Kediri, dan PT Gudang Garam diterjunkan ke lokasi. Api baru berhasil dipadamkan setelah petugas berjibaku selama kurang lebih dua jam.

‎‎Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kediri, A Zamroni, mengatakan hingga saat ini penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.

‎‎”Kejadiannya menjelang waktu magrib, dan saat itu kegiatan pembelajaran maupun ekstrakurikuler sudah selesai. Penyebab kebakaran masih kita cari apa yang menjadi penyebab terjadinya kebakaran,” ujar Zamroni, Jumat (12/6/2026).

‎Menurutnya, insiden tersebut tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar karena ruang kelas dan ruang guru tidak terdampak kebakaran.

‎‎”Untuk proses pembelajaran tentu tidak terganggu, karena ruang belajar masih ada dan ruang guru juga masih ada, yang saat ini sedang kami inventarisasi adalah dokumen-dokumen administrasi,” katanya.

‎Zamroni menjelaskan, dokumen yang paling penting untuk diselamatkan adalah buku induk siswa yang berisi data alumni, nilai akademik, dan arsip penting lainnya.

Pihaknya berharap dokumen tersebut tetap aman karena disimpan di etalase berbahan kaca dan aluminium.

‎‎”Buku induk adalah roh madrasah, karena di situ ada data alumni, nilai dan sebagainya,” sebutnya.

“Alhamdulillah berdasarkan laporan kepala madrasah, buku induk disimpan di etalase kaca dan aluminium. Selain itu, sejak beberapa tahun terakhir data-data penting juga sudah didigitalisasi,” lanjutnya.

‎Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, karena kebakaran terjadi setelah seluruh kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler selesai dilaksanakan.

‎Hingga kini, petugas masih melakukan pendataan kerugian serta penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.

Pos terkait