Komisi D DPRD Jember Dukung Penuh Program Home Care Gagasan Pemkab

Sekretaris Komisi D DPRD Jember, Indi Naidha (Aditya R)
Sekretaris Komisi D DPRD Jember, Indi Naidha (Aditya R)

Metaranews.co, Kabupaten Jember – Sekretaris Komisi D DPRD Jember, Indi Naidha mendukung penuh program Home Care yang digagas Pemkab Jember karena dinilai menjawab kebutuhan masyarakat yang selama ini belum sepenuhnya terlayani.

Dalam sesi wawancara Indo menyebut program Home Care bukan sekadar program kesehatan, melainkan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang paling membutuhkan.

“Program ini memiliki tujuan yang sangat mulia. Kehadiran tenaga kesehatan yang langsung mendatangi rumah warga menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini kesulitan memperoleh layanan kesehatan,” ujarnya.

Ia mengatakan, Komisi D mendukung penuh pelaksanaan Home Care dan berharap program tersebut benar-benar menyasar kelompok masyarakat yang membutuhkan, terutama warga di daerah terpencil, keluarga miskin, lansia, penyandang disabilitas, hingga penderita penyakit kronis.

Menurut Indi, pelayanan kesehatan tidak boleh hanya menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan. Sebaliknya, pemerintah harus mampu menghadirkan pelayanan hingga ke rumah warga, khususnya bagi mereka yang memiliki keterbatasan mobilitas.

Karena itu, ia meminta pelaksanaan Home Care dilakukan secara berkelanjutan dengan dukungan sumber daya manusia, sarana, dan sistem pelayanan yang memadai agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait menjelaskan Home Care merupakan layanan kesehatan berbasis kunjungan ke rumah yang akan mulai diluncurkan pada 24 Juli 2026.

“Program tersebut dirancang untuk memberikan pelayanan medis kepada masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses fasilitas kesehatan,” katanya.

Melalui program itu, tenaga kesehatan akan melakukan pemeriksaan langsung di rumah pasien, memberikan tindakan medis sesuai kebutuhan, edukasi kesehatan kepada keluarga, hingga memanfaatkan layanan telemedicine apabila diperlukan.

“Sasaran utama program meliputi masyarakat miskin, lansia, penyandang disabilitas, penderita penyakit kronis, ibu hamil berisiko tinggi, serta anak yang mengalami stunting,” ujar Gus Fawait.

Gus Fawait berharap Home Care menjadi salah satu penguat pelayanan kesehatan dasar sekaligus mempercepat penanganan kelompok rentan.

“Selain meningkatkan akses layanan kesehatan, program tersebut diharapkan mampu menekan risiko keterlambatan penanganan penyakit akibat keterbatasan akses menuju fasilitas kesehatan,” pungkasnya.

Pos terkait