Tahun Ajaran Baru SDN di Kediri Hanya Dapat Dua Murid

Proses belajar mengajar di SDN Tertek 1 Pare (Istimewa)
Proses belajar mengajar di SDN Tertek 1 Pare (Istimewa)

Metaranews.co, Kabupaten Kediri – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tertek 1 Pare Kabupaten Kediri mengalami penurunan drastis jumlah peserta didik baru pada tahun ajaran 2026/2027.

Sekolah yang berada di wilayah Kecamatan Pare ini hanya menerima dua murid, jumlah ini terendah sejak sekolah berdiri.

Bacaan Lainnya

Kondisi tersebut juga berdampak pada proses belajar mengajar yang harus disesuaikan oleh pihak sekolah.

Kepala SDN Tertek 1 Pare Yulina Ovianti mengatakan karena jumlah peserta didik baru sangat minim, pihak sekolah menggabungkan ruang belajar kelas 1 dan kelas 2. Meski demikian, kegiatan pembelajaran tetap berlangsung seperti biasanya.

“Untuk pembelajaran tetap kami lakukan seperti biasa. Walaupun jumlah murid hanya dua anak, tidak akan mengurangi jam pembelajaran maupun pelayanan kepada siswa,” ujar Yulina saat ditemui di sekolah.

Menurut Yuli, rendahnya jumlah peserta didik baru dipengaruhi banyaknya sekolah yang berada di sekitar SDN Tertek 1.

Dalam wilayah yang berdekatan terdapat belasan lembaga pendidikan dasar, baik negeri maupun swasta.

“Ada 11 lembaga di sekitar sini, terdiri dari empat SD negeri, tiga SDI, dan empat MI. Jaraknya juga sangat dekat satu sama lain, sehingga calon siswa terbagi ke banyak sekolah,” jelasnya.

Yuli berharap sistem Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) dapat dievaluasi. Menurutnya, mekanisme pemilihan sekolah secara daring tahun ini yang memungkinkan calon siswa memilih hingga empat sekolah membuat distribusi peserta didik menjadi kurang merata.

Sebab, tahun lalu menurutnya siswa masih dimampatkam kepada tiga pilihan sekolah dengan jarak yang lebih dekat dengan sekolah.

“Kalau bisa jumlah pilihan sekolah dipertimbangkan kembali atau sistem zonasinya dikaji ulang, supaya jumlah murid antar sekolah lebih merata,” ungkapnya.

Saat ini SDN Tertek 1 memiliki total 47 siswa dari seluruh tingkatan kelas. Pada tahun ajaran sebelumnya, sekolah tersebut masih menerima sembilan siswa baru, sehingga penurunan tahun ini tergolong sangat drastis.

Meski jumlah peserta didik terus menurun, sekolah tetap memiliki delapan tenaga pendidik yang siap memberikan layanan pendidikan secara optimal kepada seluruh siswa.

“Untuk pembelajaran berjalan normal seperti biasanya,” ungkapnya.

Pos terkait