Pasca Penetapan Tersangka Gatot Heroe, Pelayanan Kantor Bea Cukai Kediri Berjalan Normal

Kepala Seksi (Kasi) Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Kediri, Arintoko Dwi Wiharto (Darman/Metara)

Metaranews.co, Kediri – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan (KPP) Bea dan Cukai Kediri, Gatot Heroe Hernanda sebagai tersangka kasus dugaan korupsi.

Perkara ini merupakan pengembangan dari kasus dugaan suap dan/atau penerimaan gratifikasi terkait importasi barang di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang melibatkan perusahaan PT Blueray Cargo (Group).

‎Status tersangka Gatot terungkap saat pemilik PT Blueray Cargo, John Field diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi pada Rabu (22/7/2026).

‎Menanggapi status tersangka Gatot Heroe, ​Kepala Seksi (Kasi) Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Kediri, Arintoko Dwi Wiharto, menegaskan bahwa seluruh kegiatan operasional dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan seperti biasa.

“Alhamdulillah, untuk pelayanan di Kediri berjalan dengan normal dan tidak terpengaruh dengan penetapan beliau (Kepala Bea Cukai) oleh KPK,” ujar Arintoko kepada awak media saat dikonfirmasi mengenai dampak penangkapan tersebut.

Untuk mengatasi kekosongan jabatan pasca penangkapan, Arintoko menjelaskan bahwa kepemimpinan Bea Cukai Kediri saat ini diambil alih sementara oleh Kantor Wilayah (Kanwil).

‎​”Saat ini masih dikendalikan dengan pimpinan kami di Kanwil, menunggu instruksi lebih lanjut dari pimpinan di Kanwil,” jelasnya. Ia juga memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada kendala berarti dalam melayani masyarakat.

Lebih lanjut, Arintoko juga menegaskan bahwa tidak ada tindakan penggeledahan yang dilakukan oleh tim KPK di kantor Bea Cukai Kediri. Menurutnya, kasus yang menjerat atasannya itu tidak memiliki keterkaitan langsung dengan instansi maupun wilayah kerja Kediri.

Terkait sosok sang Kepala yang kini berstatus tersangka, Arintoko menyebut bahwa atasannya itu baru menjabat di Kediri selama kurang lebih lima bulan, yakni pasca perayaan Lebaran tahun ini. Selama masa jabatannya yang singkat, ia mengenal sang pimpinan sebagai pribadi yang baik dan rendah hati.

‎​”Beliau bagus, humble. Ya seperti kepala kantor yang lain, humble. Setiap bulan kita ada rapat terkait dengan pekerjaan yang ada di Kediri,” ungkapnya.

‎​Saat disinggung mengenai program atau gebrakan baru selama masa kepemimpinan lima bulan tersebut, Arintoko menjelaskan bahwa fokus sistem di Bea Cukai Kediri memang sudah berjalan secara digital.

‎”Kalau di cukai, di Kediri kan cukai ya, cukai itu sudah online semua, Mas. Pelayanannya sudah online semua, jadi aman,” pungkasnya.

Pos terkait