Metaranews.co, Kabupaten Kediri – PBNU memastikan sejumlah daerah telah mengajukan diri sebagai calon tuan rumah Muktamar ke-35 NU pada Agustus 2026 mendatang.
Di antaranya Sumatera Barat (Sumbar), Nusa Tenggara Barat (NTB), Jawa Timur, hingga DKI Jakarta.
Ketua Organizing Committee (OC) Munas dan Konbes NU 2026 sekaligus Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, hingga saat ini PBNU telah mengantongi beberapa opsi lokasi Muktamar ke-35 NU.
“Lokasinya tetap ada, yang sudah mengusulkan itu sekarang kan yang jelas ada beberapa,” kata Gus Ipul di Teras Gubuk, kompleks Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kabupaten Kediri, Minggu (21/6/2026).
Menurutnya, daerah yang telah mengajukan diri sebagai lokasi Muktamar NU meliputi Sumatera Barat, NTB, Jawa Timur, dan Jakarta.
“Salah satu dari Sumatera Barat, kemudian juga di NTB, yang ketiga di Jawa Timur, khususnya yang mengajukan (Ponpes) Lirboyo dan Tambakberas, kemudian yang terakhir Jakarta,” jelasnya.
PBNU, kata Gus Ipul, masih akan mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menentukan lokasi pelaksanaan Muktamar NU. Salah satu faktor utama yang menjadi perhatian ialah kemudahan akses.
“Yang akan jadi pertimbangan PBNU ke depan tentu waktunya juga sudah pendek, yang akses (pengurus) cabang dan wilayah itu bisa dengan mudah menjangkau, mungkin salah satu pertimbangannya itu,” ujarnya.
Namun demikian, ia menegaskan penentuan lokasi muktamar tidak hanya mempertimbangkan faktor aksesibilitas, tetapi juga berbagai aspek lain yang akan dibahas bersama jajaran pengurus PBNU dan para ulama.
“Tetapi tentu ini ada pertimbangan-pertimbangan lain yang jadi bahan diskusinya para pengurus PBNU khususnya, dan jajaran para ulama,” kata Gus Ipul.
Ia menambahkan, keputusan akhir mengenai lokasi Muktamar NU nantinya akan dikonsultasikan dengan para ulama sebelum ditetapkan secara resmi oleh PBNU.
“Nanti tentu akan dikonsultasikan dengan banyak ulama untuk menentukan pilihan tempat muktamar,” pungkasnya.






