Pasokan Kedelai Lokal Kediri Minim, Permintaan Tahu dan Stik Tahu Meningkat Pasca Lebaran

Metaranews.co
Produsen tahu di Kampung Tahu, Kelurahan Tinalan, Kota Kediri. (rentakasetyo/metara)

Metaranews.co, Kediri– Efek Idul Fitri 1443 H lalu belum usai. Khususnya, bagi produsen tahu di Kampung Tahu, Kelurahan Tinalan, Kota Kediri. Pasalnya, mereka mengakui adanya kekagetan dalam memproduksi tahu dan berbagai varian olahannya.

Lebaran yang jatuh pada 2 Mei lalu itu membuat produsen kuwalahan untuk memproduksi tahu. Dikarenakan, mereka tidak menyangka banyaknya permintaan tahu dan stik tahu di Kampung Tahu. Hal ini disampaikan Supingi, salah seorang produsen tahu. Ia menyampaikan bahwa lebaran lalu sebagai berkah yang di luar prediksi. Dikarenakan, pada H+2 lebaran para pengunjung membludak hingga membuatnya harus melakukan sistem buka tutup tiap dua hari sekali.

Bacaan Lainnya
Metaranews.co
Produsen tahu di Kampung Tahu, Kelurahan Tinalan, Kota Kediri. (rentakasetyo/metara)

“Kaget sekali dua tahun pandemi tidak pernah seperti ini, lalu penjualan naik pesat,” ungkap Supingi, Jumat (20/5).

Rata-rata dalam sehari ia memasak tahu di atas 500 biji. Kemudian, ia mengolah tahu itu menjadi stik tahu. Namun, ada dua kendala yang dihadapi Supingi dalam membuat stik tahu. Pertama, hanya ada lima produsen stik tahu di Tinalan. Kedua, minimnya pasokan kedelai lokal yang menjadi bahan baku stik tahu.

“Kedelai lokal di Kediri sulit sekali dari dulu, belum lagi harganya terus naik,” imbuh Supingi.

Metaranews.co
Produsen tahu di Kampung Tahu, Kelurahan Tinalan, Kota Kediri. (rentakasetyo/metara)

Menurutnya, kedelai lokal sangat dibutuhkan para produsen stik tahu karena rasanya yang lebih gurih dari kedelai impor. Selain itu, tekstur kedelai lokal dinilai lebih mengembang dibanding kedelai impor.

Pada hari biasa, dalam sehari Supingi minimal membutuhkan 30 Kg kedelai lokal untuk membuat tahu dan diolah lagi menjadi stik tahu. Padahal, lebaran kemarin ia harus banyak memproduksi tahu 10 kali lipat dari hari biasanya.

Metaranews.co
Produsen tahu di Kampung Tahu, Kelurahan Tinalan, Kota Kediri. (rentakasetyo/metara)

Kedelai lokal, kata Supingi, harganya fluktuatif. Namun, rata-rata perkilogram Rp 12,5 ribu. Itu pun dengan kualitas biasa. Sedangkan harga di pasaran, harga kedelai lokal bisa mencapai Rp 17 ribu. Ia berharap pasokan kedelai lokal dapat terpenuhi bagi produsen tahu,khususnya olahan stik tahu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *