Ternyata Ini Penyebab Banjir yang Redam Puluhan Rumah di Keling Kediri

Kediri
Caption: Warga membersihkan sisa banjir semalam, Rabu (10/5/2026). Doc: Ubai/Metaranews.co

Metaranews.co, Kabupaten Kediri – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah timur Kabupaten Kediri, Jawa Timur, pada Selasa (19/5/2026) malam, mengakibatkan banjir luapan di Kecamatan Kepung dan Kecamatan Kandangan.

Berdasarkan data awal, sedikitnya 60 rumah warga di Desa Keling, Kecamatan Kepung, terendam banjir akibat meluapnya Sungai Harinjing.

Bacaan Lainnya

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri, Stefanus Djoko Sukrisno, menjelaskan bahwa banjir luapan ini dipicu oleh curah hujan yang sangat tinggi yang menyebabkan kenaikan debit air sungai, disertai adanya pendangkalan saluran.

“Kondisi terparah terpantau di sepanjang Jalan Raya Pare-Kandangan, Desa Keling, Kecamatan Kepung. Data awal yang kami himpun, diperkirakan ada sekitar 60 rumah warga di sepanjang pinggir jalan yang kemasukan air,” ujar Stefanus, Rabu (20/5/2026).

Menurut pihak BPBD, selain karena debit air Sungai Harinjing yang meningkat tajam, banjir genangan di Desa Keling juga diperparah oleh buruknya sistem drainase di sepanjang jalan provinsi tersebut.

Banyak gorong-gorong di sepanjang jalan Pare-Kandangan yang menyempit. Bahkan, beberapa titik saluran dilaporkan sengaja ditutup dengan cor akibat pembangunan rumah penduduk, sehingga tidak muat menampung volume air hujan.

“Luapan air menggenangi jalan raya dan dataran rendah dengan ketinggian sekitar 40 sentimeter. Sementara air yang masuk ke dalam rumah-rumah warga mencapai ketinggian sekitar 20 sentimeter,” kata dia.

Wilayah terdampak di Desa Keling ini tersebar di lingkungan RT 06, 07, 08, 13, 19, dan 28, yang berada di wilayah RW 02, 03, 04, dan 06.

Selain di Kecamatan Kepung, banjir luapan dari saluran air sekunder juga melanda kawasan perempatan Dusun Sarirejo yang membelah dua desa di Kecamatan Kandangan, yakni Desa Klampisan dan Desa Karangtengah.

Di lokasi ini, air meluap hingga menggenangi pekarangan warga setinggi 50 sentimeter dan masuk ke dalam rumah dengan ketinggian mencapai 30 sentimeter.

“Untuk wilayah Dusun Sarirejo di Kecamatan Kandangan, informasi awal ada sekitar 12 rumah warga yang terdampak masuknya air,” tambahnya.

BPBD Kabupaten Kediri memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka dalam peristiwa bencana hidrometeorologi ini.

Pihak BPBD Kabupaten Kediri bersama Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) dan pemerintah desa setempat langsung bergerak cepat menerjunkan personel piket Pusdalops ke lokasi untuk melakukan observasi dan penilaian dampak kerusakan.

Hingga Rabu pagi, genangan air di jalan raya maupun yang masuk ke pemukiman warga dilaporkan sudah surut. Warga terdampak bergotong-royong melakukan pembersihan material sisa banjir secara mandiri.

“Petugas kami masih terus melakukan assessment dan pendataan menyeluruh di lapangan untuk memastikan dampak kerusakan lainnya,” jelas Stefanus.

Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, BPBD Kabupaten Kediri merekomendasikan adanya normalisasi aliran Sungai Harinjing serta pembongkaran dan normalisasi saluran drainase di sepanjang jalan provinsi Pare-Kandangan.

Terkait hal ini, Pemerintah Desa Keling dilaporkan telah meneruskan usulan tersebut kepada pihak PUPR dan Bina Marga Provinsi Jawa Timur.

Pos terkait