Viral Fenomena Awan Berlubang di Jember, Cek Penjelasan BMKG

Awan Berlubang di Jember
Awan Berlubang di Jember (tangkapan layar video viral di media sosial)

Metaranews.co, News – Viral di media sosial, fenomena awan berlubang di Jember tepatnya di wilayah Kecamatan Kaliwates, Jember, Jawa Timur hebohkan warga. Bagaimana penjelasan BMKG? Cek ulasannya di bawah ini.

Menurut Forecaster BMKG Banyuwangi Pos Meteorologi Jember, Hukama Nur Akmal, fenomena awan berlubang itu disebut sebagai awan cavum atau dikenal dengan istilah awan celah melingkar, awan lubang jatuh dan awan lubang-lubang.

Bacaan Lainnya

Adapun, fenomena bentuk celah pada awan itu sering ditemukan di lapisan awan altocumulus, kemudian diikuti oleh cirrocumulus dan stratocumulus. Lubang pada awan tersebut, kata dia, lebih tampak pada lapisan altocumulus atau awan menengah yang terbentuk.

Fenomena itu terjadi saat pesawat terbang melalui lapisan awan kumuliform yang tipis dan memicu glasial. Galsial membuat partikel awan yang berubah dari tetesan air menjadi partikel es. Sehingga memuncul seperti efek domino.

Dijelaskan lebih lanjut bahwa efek domino pada awan itu menciptakan celah di awan, tempat partikel es turun di ketinggian, dan terkadang melengkung karena kecepatan angin yang berbeda di ketinggian yang berbeda-beda.

Awan cavum sendiri ditemukan di antara tiga jenis awan, yakni cirrocumulus, altocumulus, dan stratocumulus.

Awan tersebut dalam ilmu cuaca disebut sebagai cirrocomulus cavum, altocomulus cavum, dan stratocomulus cavum yang masing-masing disingkat menjadi Cc cav, Ac cav, dan Sc cav.

“Jadi memang itu merupakan fenomena alam yang bisa dijelaskan secara sains,” jelasnya dikutip dari suara.com.

Pos terkait