Metaranews.co, Kabupaten Situbondo – Fenomena penggunaan sepeda listrik yang kian menjamur di kalangan anak-anak kini berubah menjadi ancaman serius bagi keselamatan di jalan raya.
Merespons tren yang kian mengkhawatirkan, jajaran Satlantas Polres Situbondo bergerak cepat menyasar sekolah melalui program Police Go To School di SDN 3 Olean, Kabupaten Situbondo.
Kasat Lantas Polres Situbondo, AKP Nanang Hendra Irawan, menegaskan bahwa edukasi dan pembinaan masyarakat (Dikmas) lalu lintas harus ditanamkan sejak dini.
“Tujuan utama kami hadir langsung di sekolah dasar adalah untuk menanamkan pemahaman sejak dini kepada anak-anak tentang potensi bahaya di jalan raya,” jelas Nanang, Senin (13/4/2026).
“Kami ingin mencegah kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anak di bawah umur, sekaligus membentuk karakter generasi penerus bangsa yang tertib berlalu lintas,” lanjutnya.
Di hadapan para siswa, petugas kepolisian menyampaikan pesan tegas dengan pendekatan humanis, yang mana jalan raya bukan arena bermain.
Larangan disampaikan tanpa kompromi, yang mana pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) dilarang membawa kendaraan bermotor jenis apa pun ke sekolah, baik sepeda motor konvensional maupun sepeda listrik.
Demi keselamatan anak, lanjut Nanang, Satlantas Polres Situbondo menawarkan alternatif transportasi yang lebih aman dan rasional.
Siswa dianjurkan berangkat ke sekolah dengan diantar orang tua atau keluarga yang memiliki kompetensi serta izin berkendara.
“Bagi siswa yang jarak rumahnya ke sekolah tidak terlalu jauh, mereka lebih dianjurkan untuk menggunakan sepeda kayuh (sepeda pedal) biasa, yang tentunya lebih menyehatkan dan aman,” tuturnya.
“Sementara itu, bagi pelajar yang tempat tinggalnya lumayan jauh dari lokasi sekolah, petugas mengarahkan agar mereka memanfaatkan sarana transportasi publik seperti angkutan umum, atau menggunakan jasa Ojol,” bebernya.
Tak hanya itu, polisi juga menekankan kewajiban penggunaan helm berstandar SNI, bahkan ketika anak hanya berstatus sebagai pembonceng.
Edukasi dikemas interaktif, memantik antusiasme siswa yang aktif dalam sesi tanya jawab berhadiah.
Menutup kegiatan yang berlangsung tertib dan lancar, Nanang melontarkan peringatan keras kepada para orang tua.
“Kami sangat mengimbau para orang tua untuk tidak memfasilitasi anak-anaknya yang masih di bawah umur dengan sepeda motor maupun sepeda listrik untuk beraktivitas di jalan raya,” tegasnya.
“Keselamatan nyawa mereka tidak bisa ditawar. Mari kita awasi bersama dan arahkan anak-anak kita untuk menggunakan moda transportasi yang jauh lebih aman,” pungkas Nanang.






