‎Baharkam Polri Gelar Gerakan Pangan Murah di Kediri, Warga Antusias Berburu Sembako Murah

‎foto: warga antre membeli sembako di Mapolsek Ngasem Dalam Program Gerakan Pangan Murah (Darman)
‎foto: warga antre membeli sembako di Mapolsek Ngasem Dalam Program Gerakan Pangan Murah (Darman)

Metaranews.co, Kediri – Mahalnya harga pangan bersamaan dengan dimulainya tahun ajaran baru dirasakan oleh warga Kediri. Puluhan warga memadati halaman Mapolsek Ngasem Kabupaten Kediri, Senin (13/7/2026).

Kepala Korps Pembinaan Masyarakat (Kakorbinmas) Baharkam Polri, Irjen Pol. Mardiyono, mengatakan Gerakan Pangan Murah digelar sebagai tindak lanjut arahan Presiden untuk menjaga keterjangkauan harga pangan sekaligus memastikan distribusi bahan pokok tetap lancar di tengah masyarakat.

‎”Gerakan pangan murah ini merupakan tindak lanjut instruksi Presiden agar masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menjaga kelancaran distribusi pangan sehingga tidak terjadi kelangkaan,” ujar Mardiyono saat meninjau Gerakan Pangan Murah di halaman Mapolsek Ngasem.

‎Program tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Sejak pagi, puluhan warga rela mengantre di bawah terik matahari untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan di pasaran.

‎Meningkatnya harga sejumlah komoditas pangan menjadi pilihan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

‎Dalam kegiatan tersebut, beras SPHP kemasan 5 kilogram dijual seharga Rp56.000 per sak, Minyakita Rp17.000 per liter, dan telur ayam Rp17.000 per kilogram.

‎Dewi, salah seorang warga, mengaku terbantu dengan adanya pasar murah karena harga yang ditawarkan jauh lebih rendah dibandingkan harga di pasaran.

‎”Alhamdulillah pasar murah ini sangat membantu masyarakat kecil. Saya membeli minyak goreng dan beras. Minyak goreng di sini Rp17.000 per liter, sedangkan di pasaran sekitar Rp21.000. Beras SPHP juga dijual Rp56.000, sementara di pasaran sekitar Rp64.000,” ujarnya.

‎Hal yang sama juga diutarakan oleh Siti Winarsih, ia mengaku membeli beras dan minyak goreng dalam jumlah lebih banyak karena selisih harganya cukup signifikan.

‎”Saya membeli empat sak beras dan empat liter minyak goreng karena harganya terjangkau. Selisihnya dengan harga di pasaran sekitar Rp2.000 sampai Rp5.000,” katanya.

‎Dalam Gerakan Pangan Murah tersebut disediakan satu ton beras SPHP, 100 liter Minyakita, dan dua kuintal telur ayam.

Melalui program ini, Polri bersama pemerintah berharap masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus mendukung upaya pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas pasokan pangan.

Pos terkait