Viral Pocong Keliling Desa di Kediri, 2 Remaja Diamankan Warga

Kediri
Caption: Remaja yang sempat mengenakan pakain menyerupai pocong meminta maaf ke perwakilan warga. Doc: Polsek Kandat

Metaranews.co, Kabupaten Kediri – Sebuah video yang memperlihatkan aksi remaja mengenakan pakaian menyerupai pocong sempat viral dan menggemparkan jagat media sosial di Kediri Raya.

‎Peristiwa tersebut diketahui terjadi di area Musala Al Makmur, Dusun Kandat, Desa Kandat, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, pada Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.

Bacaan Lainnya

Kapolsek Kandat, IPTU Abdul Aziz, membenarkan adanya peristiwa yang sempat memicu perhatian warga setempat tersebut.

Menurutnya, aksi tersebut murni merupakan keisengan remaja, dan bukan bermaksud untuk melakukan tindak kriminal.

“Benar, kami sudah menerima laporan terkait kejadian yang viral di media sosial tersebut. Anggota di lapangan juga sudah melakukan pengecekan dan mengklarifikasi situasi di lokasi kejadian,” ujar Aziz saat dikonfirmasi METARA, Jumat (29/5/2026).

‎‎Aziz menjelaskan, pelaku aksi pocong tersebut adalah seorang pelajar berinisial ASDP (15), warga Dusun Kartosari, Desa Kandat.

Kejadian bermula saat pelaku melilitkan kain putih ke tubuhnya hingga menyerupai pocong di area Musala Al Makmur.

‎‎”Tujuan awal yang bersangkutan memakai pakaian menyerupai pocong tersebut adalah untuk menakut-nakuti teman-temannya yang saat itu sedang melaksanakan kegiatan takbir di musala,” beber Aziz.

‎‎Aksi tersebut kemudian berlanjut ketika rekan pelaku, PGDJ (14), mengajak ASDP untuk berkeliling desa.

Dengan posisi masih mengenakan kain putih menyerupai pocong, ASDP dibonceng menggunakan motor oleh PGDJ.

Melihat penampakan yang tidak wajar di malam hari, sejumlah warga yang terkejut kemudian spontan mengejar kedua remaja tersebut.

Setelah berhasil dikejar, keduanya langsung diamankan oleh warga dan dibawa kembali ke Musala Al Makmur.

‎Pihak kepolisian memastikan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden ini.

Proses penyelesaian masalah pun dilakukan secara kekeluargaan di lokasi dengan disaksikan oleh perangkat desa setempat, Kasun Dusun Kartosari, Darmawan Afandi (45), serta salah satu perwakilan keluarga, Sulastri (58).

Kedua remaja tersebut menyadari kesalahan mereka yang telah memicu kegaduhan di lingkungan masyarakat.

“Kedua anak tersebut sudah meminta maaf secara langsung kepada warga sekitar, karena menyadari perbuatan mereka telah menimbulkan kegaduhan dan keresahan pada malam itu,” jelas Aziz.

‎Dari kejadian ini, petugas mengamankan barang bukti berupa satu buah kain berwarna putih yang digunakan pelaku untuk menyamar.

‎‎Lebih lanjut, Aziz juga memberikan imbauan kepada para orang tua agar lebih ketat dalam mengawasi aktivitas anak-anak mereka, terutama saat beraktivitas di luar rumah pada malam hari agar tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

‎”Ini pelajaran bagi para orang tua agar mengawasi anak-anaknya, agra tidak merugikan orang lain,” pungkasnya.

Pos terkait