Metaranews.co, Kabupaten Jombang – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya membawa pesan perdamaian usai menjalankan misi diplomasi Pemerintah Indonesia ke Republik Islam Iran.
Pesan itu disampaikannya saat bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Minggu (12/7/2026).
Gus Yahya baru saja menyelesaikan tugas sebagai bagian dari delegasi resmi Pemerintah Indonesia yang dikirim Presiden RI ke Iran.
Delegasi tersebut mengemban misi menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Ayatullah Ali Khamenei sekaligus membawa seruan Indonesia untuk mendorong terciptanya perdamaian di kawasan Timur Tengah.
Di hadapan awak media, Gus Yahya mengatakan delegasi Indonesia tidak hanya hadir untuk menyampaikan simpati, tetapi juga membawa mandat agar seluruh pihak mengedepankan penyelesaian konflik melalui jalur damai.
“Pesan utama yang kami bawa adalah menyampaikan belasungkawa sekaligus mendorong agar proses berikutnya mengarah pada terciptanya perdamaian. Itulah mandat yang diberikan Presiden kepada delegasi Indonesia,” ujar Gus Yahya.
Selama berada di Iran, delegasi Indonesia menggelar sejumlah pertemuan dengan pejabat tinggi negara tersebut, mulai dari Menteri Luar Negeri Iran, Ketua Parlemen Iran, hingga Ketua Tim Perunding Iran.
Selain membawa pesan resmi pemerintah, Gus Yahya mengaku turut menyampaikan aspirasi moral dari keluarga besar Nahdlatul Ulama. Dalam pertemuannya dengan Ketua Parlemen Iran, ia menyampaikan simpati warga NU atas wafatnya Ayatullah Ali Khamenei serta harapan agar konflik yang terjadi segera berakhir.
Menurutnya, sejak eskalasi konflik di Timur Tengah meningkat, PBNU telah mengajak seluruh warga Nahdlatul Ulama untuk terus memanjatkan doa demi keselamatan umat Islam dan terciptanya perdamaian dunia.
“Saya sampaikan bahwa warga Nahdlatul Ulama sejak awal terus berdoa agar seluruh umat Islam mendapat perlindungan dari Allah SWT dan berharap semua konflik dapat diselesaikan melalui jalan damai yang membawa kemaslahatan bagi umat manusia,” tuturnya.
Gus Yahya mengatakan ajakan perdamaian yang disampaikan delegasi Indonesia mendapat respons positif dari para pejabat Iran. Meski situasi kawasan masih dibayangi ketegangan, ia melihat adanya keterbukaan terhadap upaya penyelesaian konflik secara damai.
“Alhamdulillah, apa yang disampaikan delegasi Indonesia diterima dengan baik. Semoga ikhtiar kecil ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk menghadirkan perdamaian,” ungkapnya.
Usai menyelesaikan misi diplomatik tersebut, Gus Yahya langsung bertolak ke Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, untuk bersilaturahmi menjelang Muktamar NU ke-35.
“Sebenarnya saya sudah merencanakan sowan ke Tambakberas pada Kamis lalu. Tetapi sehari sebelumnya saya mendapat pemberitahuan agar bersiap bergabung dengan delegasi yang mewakili Presiden dan Pemerintah Indonesia ke Iran,” ujar Gus Yahya.
Ia berharap semangat perdamaian yang terus diperjuangkan Indonesia juga menjadi salah satu spirit dalam pelaksanaan Muktamar NU. Menurutnya, forum permusyawaratan tertinggi Nahdlatul Ulama itu diharapkan mampu melahirkan keputusan-keputusan strategis yang membawa manfaat bagi organisasi, bangsa, sekaligus memperkuat kontribusi NU dalam mewujudkan perdamaian dan kemaslahatan dunia.
“Kita berharap Muktamar NU di Tambakberas menjadi momentum yang penuh keberkahan serta mampu melahirkan keputusan-keputusan terbaik bagi masa depan Nahdlatul Ulama dan kemaslahatan umat,” pungkasnya.






