Metaranews.co, Kota Kediri – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Anwar Iskandar, menyatakan dukungannya kepada Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, di tengah isu pergantian jabatan yang sempat beredar dalam beberapa pekan terakhir.
Anwar menilai Purbaya merupakan sosok yang bekerja secara terbuka, dan berani memperjuangkan kebijakan ekonomi yang mendukung kemandirian nasional.
Oleh karena itu, ia berharap Presiden Prabowo Subianto tetap mempertahankan Purbaya dalam Kabinet Merah Putih.
“Pak Purbaya itu orang baik dan bekerja apa adanya. Saya berharap beliau tidak diberhentikan,” ujar Anwar dalam pernyataannya saat ditemui di kediamannya, Sabtu (13/6/2026).
Menurut Anwar, sejumlah kebijakan ekonomi yang ditempuh pemerintah saat ini sejalan dengan semangat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, yang menegaskan bahwa perekonomian harus dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Ia menilai upaya memperkuat kemandirian ekonomi nasional perlu mendapat dukungan dari seluruh elemen bangsa.
Pernyataan tersebut muncul setelah nama Purbaya Yudhi Sadewa dikaitkan dengan isu perombakan kabinet yang sempat beredar luas. Namun, pemerintah telah memastikan bahwa kabar tersebut tidak benar.
Pemerintah menegaskan tidak ada rencana pergantian Menteri Keuangan maupun reshuffle kabinet dalam waktu dekat. Purbaya juga disebut tetap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagaimana biasa.
Isu reshuffle itu turut dibantah langsung oleh Purbaya.
Pemerintah saat ini disebut lebih fokus memperkuat koordinasi antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan berbagai otoritas ekonomi guna menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan ekonomi global serta pelemahan nilai tukar rupiah.
Meski demikian, pandangan Anwar Iskandar terkait lembaga internasional seperti International Monetary Fund (IMF) merupakan pendapat pribadi yang mencerminkan sudut pandang politik dan ekonomi tertentu.
Hingga saat ini, Indonesia tetap berstatus sebagai negara anggota IMF dan menjalin hubungan kelembagaan sebagaimana negara anggota lainnya.






