Metaranews.co, Kabupaten Jember – Kepercayaan pemerintah pusat menunjuk Kabupaten Jember sebagai tuan rumah Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro mewakili Provinsi Jawa Timur menjadi angin segar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di balik kebanggaan itu, ribuan pelaku usaha berharap momentum tersebut membuka akses permodalan, mempercepat legalitas usaha, serta memperluas peluang pasar agar usaha mereka mampu naik kelas.
Harapan itu dirasakan Fitria (35), pelaku UMKM di Jember. Selama ini, keterbatasan modal membuatnya belum mampu meningkatkan kapasitas produksi meski permintaan pasar terus bertambah. Ia juga berharap proses perizinan semakin sederhana sehingga pelaku usaha kecil dapat lebih mudah mengembangkan usahanya.
“Kalau ada bantuan permodalan dari pemerintah, tentu usaha kami bisa berkembang lebih cepat. Selama ini kendala terbesar memang modal untuk menambah produksi dan memperluas pemasaran. Kami juga berharap proses perizinan semakin mudah sehingga pelaku UMKM bisa lebih percaya diri mengembangkan usahanya,” ujarnya.
Harapan tersebut menjadi salah satu semangat penyelenggaraan Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro di Aula New Sari Utama, Kaliwates, Selasa (21/7/2026). Festival yang digagas Kementerian UMKM itu menghadirkan layanan penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, standarisasi produk, perlindungan usaha, hingga akses pembiayaan bagi pelaku UMKM.
Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan pembangunan ekonomi harus dimulai dari masyarakat kecil. Karena itu, perhatian terhadap kelompok Desil 1 dan Desil 2, mulai dari petani, pedagang mlijo, hingga pelaku UMKM, menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Jember.
“Masyarakat Desil 1 dan Desil 2, mulai dari petani, pedagang mlijo, hingga pelaku UMKM harus mendapatkan perhatian dan dukungan agar kesejahteraannya meningkat,” tegas Gus Fawait.
Menurutnya, Pemkab Jember terus menghadirkan kemudahan perizinan, memperluas akses pembiayaan, dan memperkuat program pemberdayaan agar UMKM mampu berkembang. Bahkan, pemerintah membuka peluang tambahan modal melalui sinergi dengan Bank Indonesia.
“Silakan terus mengembangkan usaha. Nanti akan ada tambahan modal dari Bank Indonesia,” katanya.
Secara nasional, transformasi UMKM menunjukkan perkembangan positif. Hingga 2025, sebanyak 14,6 juta UMKM telah bertransformasi dari sektor informal ke formal. Selain itu, 6,5 juta produk UMKM telah mengantongi sertifikat halal dan lebih dari 1 juta UMKM memperoleh sertifikasi usaha. Melalui Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro, pemerintah juga mempercepat digitalisasi, legalitas, standarisasi, serta akses pembiayaan melalui kolaborasi dengan perbankan, BUMN, kementerian, dan pemerintah daerah.
Dipercayanya Jember menjadi tuan rumah festival tersebut tidak hanya menjadi pengakuan atas potensi UMKM daerah, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha untuk memperoleh pendampingan, perlindungan, dan akses pembiayaan. Bagi pelaku usaha seperti Fitria, harapan terbesar bukan sekadar tambahan modal, melainkan kesempatan untuk mengembangkan usaha, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui UMKM yang semakin berdaya saing.






