‎Lima Gunung Api Erupsi, Status Gunung Kelud Masih Normal

Foto: Gunung Kelud tertutup awan (Darman/Metaranews)

Metaranews.co, Kediri— Aktivitas sejumlah gunung api di Indonesia meningkat sejak akhir Agustus 2026. Di antaranya Gunung Anak Krakatau, Semeru, Ili Lewotolok, Ibu, serta Lewotobi Laki-laki yang tercatat mengalami erupsi pada periode tersebut.

‎Meski demikian, aktivitas Gunung Kelud yang berada di wilayah Kediri, Blitar, dan Malang, Jawa Timur, masih terpantau normal.

‎Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Pos Pengamatan Gunung Api Kelud di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar.

‎“Alhamdulillah Kelud, sesuai pemantauan kami bekerja sama dengan rekan-rekan dari PVMBG, aktivitasnya masih normal. Baik kondisi permukaan kawasan, suhu maupun gempa yang terpantau masih normal,” kata Mustika Selasa (8/9/2026).

‎Berdasarkan laporan PVMBG periode 7 September 2026 hingga pukul 00: 24 WIB Gunung Kelud terpantau jelas dengan asap kawah nihil. Danau kawah terlihat berwarna hijau dengan suhu air 28,53 derajat Celsius.

‎Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Kelid, Deny Erlangga mengatakan PVMBG mencatat empat kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 1-32 milimeter. Status Gunung Kelud masih Level I (Normal).

‎Meski berstatus normal, masyarakat dan wisatawan diminta tidak mendekati kawah dalam radius satu kilometer. Masyarakat dan penambang juga diminta mewaspadai potensi lahar di sepanjang sungai yang berhulu di puncak Gunung Kelud.

‎”Saat ini status Kelud di level I, atau normal. Kami menghimbau kepada wisatawan maupun warga untuk beraktivitas radius satu kilometer dari kawah”, terangnya.

‎Deny menambahkan aktivitas Gunung Kelud tidak terpengaruh dengan aktivitas lima gunung yang erupsi, karena tidak berada satu lempeng tektonik.

‎”Kondisi Kelud baik-baik saja dan tidak terpengaruh oleh erupsi gunung lain, sebab tidak berada satu lempeng tektonik”, katanya.

‎Sementara itu, Beni Setiawan wisatan asal Blitar bersama istri sengaja datang ke Gunung Kelud karena penasaran dan baru pertama kali.

‎”Meski ada perasaan khawatir, namun ia yakin kondisi Gunung Kelud masih aman. Saya baru pertama kali ke Kelud karena penasaran dengan pemandangannya”, ujarnya.

‎Saat ini, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri masih membuka kawasan wisata Gunung Kelud untuk wisatawan, namun dengan tetap mengutamakan keselamatan.

‎“Tempat wisata tetap kita buka dan kita akan terus berkoordinasi dengan rekan-rekan kami dari PVMBG,” ujar Mustika.

Pos terkait