Metaranews.co, Kediri – Kabar baik bagi pencinta wisata alam. Jalur pendakian menuju Puncak Tembelang di Kawasan Wisata Besuki, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, kembali dibuka pada Selasa (8/9/2026).
Sebelumnya, jalur ini sempat ditutup selama dua hari. Bukan karena kawasan wisata sepi, melainkan sebagai langkah antisipasi menyusul kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Gunung Wilis.
Kekhawatiran muncul setelah titik api terlihat mendekati wilayah Kabupaten Kediri. Meski jaraknya masih cukup jauh dari Puncak Tembelang, keberadaan api yang terlihat dari kawasan puncak membuat pengelola memilih langkah aman dengan menutup sementara jalur pendakian.
Kini, situasinya mulai lebih tenang. Titik api yang sebelumnya dikhawatirkan merembet ke wilayah Kediri telah dilaporkan padam. Hujan yang mengguyur kawasan Besuki juga turut membantu membuat kondisi lebih aman.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri Mustika Prayitno Adi mengatakan, keputusan membuka kembali jalur pendakian dilakukan setelah pihaknya berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait.
“Alhamdulillah, informasi terakhir dengan rekan-rekan terkait, untuk titik api yang mendekati wilayah Kabupaten Kediri sudah padam. Kemarin juga ada hujan di Besuki,” kata Mustika, Selasa(8/9/2026).
Jalur pendakian Puncak Tembelang sendiri dikenal cukup singkat. Dalam kondisi normal, pendaki hanya membutuhkan waktu sekitar 20 hingga 30 menit untuk mencapai puncak. Karakter jalurnya yang relatif ramah membuat tempat ini menjadi pilihan bagi berbagai kalangan. Tak hanya pendaki berpengalaman, pendaki pemula hingga anak-anak pun kerap menjajal jalur menuju puncak.
Bagi sebagian wisatawan, pendakian ke Tembelang juga tidak harus menjadi perjalanan panjang. Mereka cukup berjalan naik, menikmati suasana dari ketinggian, lalu kembali turun atau yang biasa disebut pendakian tektok.
Namun, keindahan alam tetap harus dinikmati dengan kewaspadaan.
Mustika menegaskan, keputusan penutupan sebelumnya semata-mata dilakukan untuk memastikan keselamatan wisatawan.
“Sementara hanya untuk pendakian ke Puncak Tembelang saja, karena itu kemarin memang secara pengawasan visual cukup dekat. Walaupun sebenarnya secara fisik kalau jarak tempuhnya masih cukup jauh dari Tembelang ke titik api terdekat, tapi kita khawatir juga. Intinya keselamatan wisatawan adalah yang pertama,” ujarnya.
Penutupan tersebut tidak berlaku untuk seluruh Kawasan Wisata Besuki. Aktivitas wisata di kawasan tersebut tetap berjalan, sementara akses menuju Puncak Tembelang ditutup sementara hingga kondisi dinilai lebih aman. Di sisi lain, upaya pemantauan karhutla juga masih dilakukan. BPBD Kabupaten Kediri bersama personel gabungan dan Perhutani terus memantau sejumlah titik kawasan hutan.
Karhutla sebelumnya merembet dari kawasan RPH Bajulan BKPH Pace, Kabupaten Nganjuk, menuju kawasan hutan di wilayah Kediri. Api diketahui masuk wilayah Kabupaten Kediri pada 31 Agustus 2026 sekitar pukul 05.30 WIB.
Salah satu titik yang dipantau berada di Petak 109 RPH Parang, Desa Joho, Kecamatan Semen. Berdasarkan pemantauan terakhir, titik api tersebut telah padam.
Meski begitu, wisatawan yang hendak kembali menikmati Puncak Tembelang tetap diminta tidak lengah. Kondisi cuaca dan perkembangan situasi di kawasan hutan perlu menjadi perhatian. Sebab, di balik perjalanan singkat menuju puncak dan panorama alam yang ditawarkan, keselamatan tetap menjadi hal utama.
Setelah api mereda dan hujan membasahi kawasan Besuki, Puncak Tembelang kembali menyambut langkah para pendaki, namun tetap waspada.






