Metaranews.co, Kabupaten Jombang – Sebanyak 45 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menghentikan operasionalnya sementara.
Penghentian dilakukan karena yayasan pengelola dapur mengalami kendala anggaran operasional, akibat dana dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang belum diterima.
Puluhan dapur SPPG yang biasanya aktif menyiapkan ribuan porsi makanan bergizi untuk siswa kini tampak sepi tanpa aktivitas memasak.
Keterlambatan pencairan dana membuat pengelola kesulitan membeli bahan baku sehingga distribusi MBG ke sekolah-sekolah terpaksa dihentikan.
Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kabupaten Jombang, Deni Setiawan Hakim, mengatakan jumlah dapur yang berhenti beroperasi terus bertambah hingga mencapai 45 titik.
Menurutnya, selama ini dana operasional dari BGN rutin ditransfer setiap akhir pekan. Namun, keterlambatan pencairan pada periode ini berdampak langsung terhadap kelangsungan operasional dapur MBG.
“Secara teknis (kendala) saya kurang mengetahui. Yang jelas transfer dari (BGN) pusat belum cair,” terangnya, Kamis (11/6/2026).
Deni menjelaskan kebutuhan anggaran operasional setiap dapur cukup besar.
Sebagai contoh, SPPG Tambakrejo 7 di Kecamatan Jombang biasanya menerima transfer dana sekitar Rp100 juta setiap pekan untuk memproduksi sekitar 1.700 porsi makanan bergizi bagi para siswa.
Karena tidak memiliki cadangan dana yang memadai, sejumlah pengelola dapur memilih menghentikan sementara kegiatan memasak hingga anggaran dari BGN pusat diterima.
Deni mengaku belum bisa memastikan sampai kapan 45 SPPG tersebut menghentikan operasionalnya.
Namun, pihaknya berharap persoalan keterlambatan pencairan anggaran segera terselesaikan agar distribusi MBG kepada para penerima manfaat dapat kembali berjalan normal.
“Kepala SPPG sudah melaporkan di sistem mereka. Kami akan dorong lewat pimpinan kami di Kareg (Kepala Regional BGN Jatim),” tandasnya.
Sebelumnya, pihak Korwil BGN Kabupaten Jombang juga telah meminta seluruh kepala SPPG terdampak untuk segera menyusun dan mengirimkan laporan resmi kepada BGN pusat.
“Kami meminta seluruh kepala SPPG segera membuat laporan kepada BGN pusat agar segera mendapat penanganan dan dananya dapat segera dicairkan,” ujar Deni.
Berikut daftar 45 SPPG di Jombang yang menghentikan pperasional sementara:
- SPPG Jombang Tambakrejo 2
- SPPG Perak Kalangsemanding
- SPPG Tambakrejo 5
- SPPG Tambakrejo
- SPPG Candimulyo 2
- SPPG Diwek Keras
- SPPG Kaliwungu
- SPPG Jombang 6
- SPPG Ngoro Rejoagung
- SPPG Denanyar 2
- SPPG Peterongan
- SPPG Keplaksari
- SPPG Tugusumberjo
- SPPG Sumberagung
- SPPG Jombatan
- SPPG Rejoagung
- SPPG Tanjunggunung
- SPPG Rejoagung 3
- SPPG Diwek 2
- SPPG Karangpakis
- SPPG Pengampon
- SPPG Kertorejo 2
- SPPG Banjarsari
- SPPG Kedunglumpang
- SPPG Brudu
- SPPG Sumobito
- SPPG Tambakrejo 4
- SPPG Jombatan 2
- SPPG Badas
- SPPG Tambakrejo 7
- SPPG Genukwatu
- SPPG Sumberjo
- SPPG Gajah
- SPPG Jombatan 6
- SPPG Badang 2
- SPPG Kedungbogo
- SPPG Ngumpul
- SPPG Sugihwaras
- SPPG Dapurkejambon 2
- SPPG Peterongan 2
- SPPG Jogoroto 3
- SPPG Alang-Alang Caruban
- SPPG Sambongdukuh 3
- SPPG Ceweng 4
- SPPG Sambongdukuh 5






