Metaranews.co, Kediri — Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama yang digelar di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Mojo, Kediri, resmi ditutup, Senin (22/6/2026).
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, menyatakan rasa syukurnya atas kelancaran acara tersebut yang dinilainya sarat akan keberkahan rohani para masyayikh.
”Hal-hal yang tadinya dikhawatirkan sama sekali tidak terjadi. Semuanya kami yakin betul karena barokah dari quwwah rohaniah kekuatan rohaniah yang ada di tempat yang berkah ini,” ujar sosok yang akrab disapa Gus Yahya tersebut saat ditemui usai penutupan acara Senin (22/6/2026).
Gus Yahya membeberkan sejumlah keputusan penting yang berhasil disepakati dalam forum tertinggi setelah muktamar tersebut.
Secara garis besar, Munas dan Konbes kali ini berhasil merampungkan beberapa aturan perkumpulan yang krusial bagi masa depan organisasi.
Salah satu poin utama yang disepakati adalah aturan perkumpulan mengenai pengelolaan tambang, sebuah isu yang belakangan ini menyedot perhatian publik.
Gus Yahya menyebutkan bahwa elaborasi mendalam mengenai aturan ini sudah sangat dinantikan oleh masyarakat luas dan akan segera ditindaklanjuti.
Selain masalah tambang, PBNU juga berhasil menyepakati aturan perkumpulan terkait pengelolaan platform digital NU yang kini kian berkembang.
”Serta hal-hal yang diusulkan kepada muktamar untuk dibahas, mulai dari AD/ART, sinkronisasi, hingga program dan roadmap menuju 100 tahun Nahdlatul Ulama,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Gus Yahya juga membocorkan keputusan strategis mengenai pelaksanaan Muktamar NU mendatang. Forum telah menyepakati bahwa Muktamar NU akan dilaksanakan pada tanggal 1 hingga 5 Agustus.
Terkait lokasi atau tempat pelaksanaan, PBNU mengantongi beberapa alternatif wilayah yang nantinya akan diproses dan diputuskan dalam waktu dekat.
”Tempat muktamar tadi disepakati ada beberapa alternatif kewilayahan, yaitu Nusa Tenggara Barat (NTB), Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Sumatera Barat,” ungkap Gus Yahya.






