Metaranews.co, Kota Kediri – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026 dimanfaatkan jajaran Polsek Kediri Kota untuk mengingatkan bahaya penggunaan telepon genggam secara berlebihan pada anak-anak.
Edukasi itu dikemas melalui program “Polisi Sahabat Anak” dengan media dongeng wayang karton di TK Kemala Bhayangkari 42 Kota Kediri, Rabu (19/5/2026).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Bangsa”, sebagai upaya membangun karakter anak sejak usia dini di tengah derasnya paparan gawai.
Kapolsek Kediri Kota, AKP Bowo Wicaksono, mengatakan edukasi sengaja disampaikan dengan pendekatan visual agar lebih mudah diterima anak-anak.
“Pada hari ini kami dari Polsek Kediri Kota melaksanakan kegiatan Polisi Sahabat Anak dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Tema yang kami angkat yakni menjaga tunas bangsa demi kedaulatan bangsa,” ujar Bowo.
Dalam kegiatan itu, polisi memberikan pemahaman mengenai dampak penggunaan HP secara berlebihan melalui pertunjukan wayang karton.
Metode tersebut dipilih karena dinilai lebih efektif menarik perhatian peserta didik dibanding penyampaian biasa.
“Kita menggunakan media wayang karton karena lebih mengedepankan visual sehingga anak-anak lebih mudah mencerna pesan yang kami sampaikan. Mereka juga lebih tertarik dan senang mendengarkan,” katanya.
Bowo menegaskan, penggunaan gadget tanpa kontrol pada usia dini dapat memicu berbagai persoalan, mulai dari menurunnya kepedulian sosial hingga gangguan kesehatan.
“Anak-anak yang terlalu sering menggunakan HP bisa kehilangan kedekatan dengan dunia nyata dan kurang peka terhadap lingkungan sekitarnya. Selain itu juga bisa berdampak pada kesehatan, seperti iritasi mata akibat radiasi dan sebagainya,” jelasnya.
Ia menyebut kegiatan tersebut juga menjadi implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Sistem Pengelolaan Elektronik dalam Perlindungan Anak.
Karena itu, pihaknya meminta orang tua tidak lepas tangan dalam mengawasi penggunaan gawai pada anak agar tidak berubah menjadi ancaman bagi perkembangan generasi muda.
“Kami berharap orang tua bisa mengawasi penggunaan HP atau gadget pada anak-anak sehingga tidak berlebihan karena sangat membahayakan generasi muda kita,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala TK Kemala Bhayangkari 42 Kota Kediri, Sri Rahayu, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurut dia, pendekatan edukasi lewat wayang membuat anak-anak lebih antusias menerima materi.
“Dengan cara seperti ini anak-anak lebih semangat mendengarkan edukasi, kita berharap kegiatan ini lebih sering dilakukan agar anak-anak lebih banyak mendapatkan hal-hal positif,” ujarnya.






